Keutamaan Sya’ban dan Hukum Puasa Jumat dan Sabtu di dalamnya

Soal: Bolehkah seorang berpuasa di hari jumat dan Sabtu di bulan Sya’ban? Dan adakah keutamaan puasa di bulan Sya’ban?

Jawab: Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam paling banyak beliau berpuasa adalah di bulan Sya’ban dan Muharrom,[1] Namun beliau tidak berpuasa sebulan penuh melainkan di bulan Ramadhan.

Telah datang dalam sebagian riwayat hadits, (Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam bersabda:)

إذا انتصف شعبان فلا تصوموا

“Jika telah memasuki pertengahan Sya’ban janganlah kalian berpuasa.”

Larangan ini dibawa (diterapkan) kepada seorang yang berpuasa sebagai bentuk ihtiyath (kehati-hatian) untuk bulan ramadhan. Dan hal ini telah diketahui perkara yang tidak diperbolehkan sebagaimana Sabda beliau :

لا تتقدموا رمضان بيوم أو يومين، إلا رجل كان يصوم صوماً فليصمه

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, melainkan seorang yang biasa berpuasa di hari tersebut, maka berpuasalah.”

Maknanya: Jika adat (kebiasaan) seorang  berpuasa di hari kamis dan senin, kemudian datang hari kamis bertepatan dengan tanggal 30 Sya’ban maka tidak mengapa dia berpuasa karena yang dia lakukan bukan bermaksud kehatia-hatian terhadap bulan romadhon, hanyalah puasa yang biasa dia lakukan.

Kesimpulannya, Sya’ban adalah salah satu dari dua bulan dimana Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam memperbanyak puasa di dalamnya. Syarah Sunan Abu Dawud (3/18)


[1] Beliau memperbanyak shiyam di bulan Sya’ban menunjukkan keutamaan shiyam di bulan tersebut.

About these ads

Posted on Juli 10, 2012, in Fiqh - Fatawa Syaikh Al-Abbad and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.