Daily Archives: Januari 20, 2012

Benarkah Hadits Menghujat Mu’awiyah

عن إسحاق بن إبراهيم الحنظلي يقول : لا يصح عن النبي r في فضل معاوية بن أبى سفيان شئ.

Ishaq bin Ibrahim Al-Handzali berkata: Tidak ada satupun hadits shahih dari Nabi r tentang keutamaan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Takhrij Atsar[1]

Atsar Ishaq bin Ibrahim Al-Handzali rahimahullah diriwayatkan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimask (59/106), diriwayatkan pula Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at (2/24) melalui jalan Zahir bin Thahir dari Ahmad bin Al-Hasan Al-Baihaqi dari Abu Abdillah Al-Hakim dari Abul Abbas Muhammad bin Ya’qub bin Yusuf  Al-‘Ashom dari bapaknya dari Ishaq bin Ibrahim Al-Handzali yang lebih terkenal dengan Ishaq bin Rohuyah rahimahullah.

Atsar ini dha’if  (lemah) baik dari tinjauan sanad maupun matannya.

Dalam sanad, ada rawi bernama Zahir bin Thahir Abul Qasim Asy-Syahhaami.

Tentang ia Adz-Dzahabi rahimahullah berkata: “Sama’ (pengambilan riwayatnya) shahih, namun ia menyia-nyiakan shalatnya sehingga banyak huffadz (ahlu hadits) meninggalkan riwayat darinya.” Mizanul I’tidal (3/95)

Adapun matannya, sangat tampak keganjilan. Bagaimana tidak, Atsar Ishaq menyelisihi sekian banyak hadits marfu’ dari Rasulullah r dan bertentangan dengan atsar-atsar shahih tentang keutamaan shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan Ra.

Ibnu Asakir mengisyaratkan penyelisihan tersebut. Beliau berkata setelah meriwayatkan atsar Ishaq: “Riwayat paling shahih tentang keutamaan Mu’awiyah Ra adalah Hadits Abu Hamzah dari Ibnu Abbas Ra bahwa Mu’awiyah adalah sekretaris Nabi r, diriwayatkan Muslim dalam Shahihnya.

Kemudian hadits Irbadh (bin Sariyah ra), (Rasulullah r mendoakan Mu’awiyah):

اللهم علّمه الكتاب

“Ya Allah ajarkanlah Mu’awiyah Al-Kitab.”,

Juga hadits Ibnu Abi ‘Amirah (Rasulullah r mendoakan Mu’awiyah):

اللهم اجعله هاديا مهديّا

Ya Allah jadikanlah Muawiyah seorang yang mendapat hidayah dan terbimbing.” (Tarikh Dimasyk (59/106) .

Sebagian riwayat shahih tersebut cukup sebagai bantahan bagi mereka yang menyatakan tidak ada sama sekali riwayat mengenai keutamaan Mu’awiyah bin Abi Sufyan Ra. [2] 

Mempermainkan Hadits-Hadits Nabi r adalah Jalan Ahli Bid’ah.

Hadits dan atsar Maudhu’ (palsu) atau Dha’if (lemah), oleh para pengekor hawa nafsu seringkali dijadikan alat memerangi islam, bahkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits shahih tidak ketinggalan dipelintir makna dan pemahamannya kepada makna batil, menurut hawa nafsu mereka. Read the rest of this entry