Angin Topan Tabuk Yang Diberitakan

 

Sebuah Kisah diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya Kitab Fadhail no. 1392.[1]

Sahabat Abu Humaid Radhiyallahu’anhu berkata: “Kami keluar, berjalan bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk perang Tabuk. Dengan mengharap ridha-Nya sahara kami lalui. Dalam perjalanan itu kami pun tiba di Wadi Al-Quro, singgah di sebuah perkebunan kurma milik seorang wanita.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Coba kalian taksir (berapa kira-kira kebun ini menghasilkan panennya)!”  

Kitapun mengira-ira berapa kurma yang dihasilkan dari kebun itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau juga menaksirnya sepuluh wasaq.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai pemilik kebun, hitunglah hasil kebunmu, sampai nanti kita kembali kepadamu insya Allah.”

Tentara-tentara Allah kembali melanjutkan perjalanan, kami meninggalkan Wadi Al-Qura. Demikian tutur Abu Humaid Radhiyallahu ‘anhu.

Setiba kami di Tabuk, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Angin besar akan menimpa kalian malam ini, maka jangan sekali-kali salah seorang dari kalian berdiri, dan siapa yang memiliki unta hendaknya dia ikat erat-erat untanya.”

Darimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui kejadian yang belum terjadi? bukankah beliau tidak mengetahui ghaib?

Berita tersebut tentunya wahyu dari Allah ta’ala, sebagaimana Allah berfirman:

ãNÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Ÿxsù ãÎgôàム4’n?tã ÿ¾ÏmÎ7øŠxî #´‰tnr& ÇËÏÈ žwÎ) Ç`tB 4Ó|Ós?ö‘$# `ÏB 5Aqߙ§‘ ¼çm¯RÎ*sù à7è=ó¡o„ .`ÏB Èû÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz #Y‰|¹u‘ ÇËÐÈ

“(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya …” (QS. Al Jin: 26-27)

Kabar Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam terjadi, angin yang sangat besar menerpa. Semua yang mengiringi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Tabuk menyaksikan kebenaran berita beliau, sebagai mukjizat dari Allah ta’ala. Badai angin datang menghempaskan apa saja yang dilaluinya.

Saat angin bertiup kencang, berdiri seorang laki-laki, angin pun menerpanya dan membawanya hingga terlempar di gunung Thai ….

Itulah sebagian kejadian di Tabuk, waktu berlalu hingga datanglah saat kembali ke Madinah.

Seperti dijanjikan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam kembali singgah di Wadi Al-Qura, di kebun wanita yang dahulu kami bersinggah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya pada wanita pemilik kebun: “Berapa kurma-kurma yang dihasilkan dari kebunmu?”

Wanita itu berkata: “Sepuluh wasaq.” – sesuai taksiran Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam –

Kami lalu melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Thaybah. )Nama lain kota Madinah)

(Dinukil dari buku: Kisah-kisah Menakjubkan dari Mukjizat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, penyusun: Abu Isma’il Muhammad Rijal, Lc)


[1] Kisah ini diriwayatkan pula Al-Bukhari rahimahullah dalam Ash-Shahih

 

About salafartikel

bismillah

Posted on Januari 20, 2012, in Kisah dan Ibroh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: