Daily Archives: Februari 2, 2012

Bantahan Quraniyyun Dan Pemuja Akal

Abu Ismail Muhammad Rijal

Ad-Darimi[1] rahimahullah meriwayatkan dari Miqdam bin Ma’dikarib t:

أن رسول الله r حرم أشياء يوم خيبر، الحمار و غيره ثم قال:   (( ليوشك الرجل متكئا على أريكته يُحَدَّثُ بِحَدِيْثِي فيقول: ( بيننا و بينكم كتاب الله ، ما وجدنا فيه من حلال استحللناه و ما وجدناه فيه من حرام حرمناه ) , ألا و إن ما حرم رسول الله r فهو مثل ما حرم الله عز وجل ))

“Rasulullah r mengharamkan beberapa perkara pada hari khaibar ; yaitu himar (keledai) dan lainnya. Kemudian Beliau r bersabda: “Telah dekat (munculnya) seorang, ia  bertelekan di atas dipannya, disampaikan padanya haditsku, (namun dia menolaknya) seraya berkata: “(Cukuplah) di antara kita dan kalian Kitabullah. Apa yang kita dapatkan dalam Kitabullah halal kita halalkan, dan apa yang kita dapatkan di dalamnya haram kita haramkan.” (Kemudian Rasul r bersabda:) “Ketahuilah, sesungguhnya apa yang Rasulullah r  haramkan sama dengan apa yang Allah haramkan.”

 Takhrij Hadits.

Ad-Darimi meriwayatkan hadits ini dalam Muqaddimah Sunan-nya, Bab As-Sunnah Qo-dhiyatun ‘Ala kitabillah no. 590 dari Asad bin Musa dari Mu’awiyah bin Shalih dari Al-Hasan bin Jabir dari Miqdam bin Ma’dikarib t.

Guru beliau, Asad Bin Musa, adalah Ibnu Ibrahim bin Al-Walid bin Abdil Malik Al-Umawi. Asadus-Sunnah (Singanya sunnah) demikian ia dijuluki. Kata Ibnu Hajar : “Shoduqun, Yughrib.”

Mu’awiyah bin Shalih bin Hudair Al-Hadhrami Al Himshi. Tentangnya, berkata abu Zur’ah Ar-Razi dan An-Nasa`i: “Tsiqah”, Al-Jarh Wat-Ta’dil (8/382). Berkata Al-‘Ijli: “Tsiqah.” Tarikh At-Tsiqat hal. 432, Ibnu Hajar berkata: “Shoduq Lahu Auham”

Adapun Al-Hasan bin Jabir Al-Lakhmi Al-Kindi, Ibnu Hibban menyebutkannya dalam Ats-Tsiqat (4/125), adapun Ibnu Hajar, beliau berkata: “Maqbul.” (Haditsnya diterima jika ada penguat, jika tidak maka lemah) – dan hadits ini termasuk hadits yang memiliki penguat-penguat.

Melalui jalan Mu’awiyah bin Shalih dari Al-Hasan bin Jabir dari Miqdam bin Ma’dikarib t, At-Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya Kitab Al-Ilmu bab Maa Naha ‘anhu An Yuqola ‘ala haditsin Nabiy no. 2664, demikian pula Ibnu Majah dalam Muqaddimah Sunan-nya Bab Ta’dzimu Haditsi Rasulillah r Wat Taghlidz ‘ala Man ‘aradhahu no. 12.

Adapun Abu Dawud rahimahullah, beliau riwayatkan Hadits Miqdam bin Ma’dikarib t dalam As-Sunan Kitab As-Sunnah bab Fi Luzumi As-Sunnah no. 4604 –dengan sanad yang semua rawinya tsiqat-dari gurunya, Abdul Wahhab bin Najdah dari Abu ‘Amr bin Katsir bin Dinar dari Haris bin ‘Utsman dari Abdurrahman bin Abi ‘Auf dari Miqdam bin Ma’dikarib t secara marfu’ dengan lafadz:

ألا إني أوتيت الكتاب و مثله معه ، ألا يوشك رجل شبعان على أريكته يقول: عليكم بهذا القرآن فما وجدتم فيه من حلال  فأحلوه و ما وجدتم فيه من حرام فحرموه , الا لا يحل لكم لحم الحمار الأهلي و لا كل ذي ناب من السبع … الحديث

“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Kitab dan yang semisalnya bersamanya (yakni Al-Hadits). Ketahuilah, telah dekat (munculnya) seorang yang kenyang di atas dipannya berkata: “(Cukuplah) kalian dengan Al-Qur’an ini (tidak perlu pada hadits Nabi–pen), apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur’an halal maka halalkanlah, dan apa yang kalian dapatkan di dalamnya haram maka haramkanlah.” (Kemudian Rasul r bersabda): “Ketahuilah, tidak halal bagi kalian daging himar peliharaan, tidak halal pula semua yang bertaring dari hewan buas … Al-Hadits

Hadits Miqdam bin Ma’dikarib t memiliki syawahid dari hadits Abu Rafi’ Al-Anshary t[2] dan hadits Jabir t

Hadits Miqdam t Shahih dengan semua jalan-jalan dan syawahidnya. Syaikh Al-Albani rahimahullah mensahihkannya dalam Shahih At-Tirmidzi. Walhamdulillah.

 Makna Hadits

Ada berita dan bimbingan dalam sabda yang agung ini. Rasulullah r memberitakan akan munculnya pengingkar sunnah. Mereka tolak hadits-hadits Rasul r, dan melemparnya ke belakang punggung dengan kesombongan sebagaimana digambarkan, mereka adalah kaum yang kenyang dan bertelekan di atas dipan-dipan.

Dalam upayanya mengingkari sunnah mereka berkata: “(Cukuplah) kalian dengan Al-Qur’an ini, apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur’an halal maka halalkanlah, dan apa yang kalian dapatkan di dalamnya haram maka haramkanlah.”. Adapun hadits-hadits Rasul r, mereka picingkan mata dan mereka berpaling darinya.

Mereka yang lebih dikenal dengan Qur’aniyyun atau inkarus sunnah, dengan ucapan yang batil ini tidak sadar bahwa ayat-ayat Al-Quran dengan tegas memerintahkan mereka untuk berpegang teguh pada sabda-sabda Rasulullah r seperti firman Allah ta’ala:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. Al-Hasyr:7

Saudaraku, jika bukan dari sabda-sabda Rasulullah r, darimana kita akan mengerti tata cara shalat, dari mana kita mengerti tata cara haji, darimana pula kita mengerti rincian-rincian dari apa yang disebutkan dalam Al-Quran secara mujmal (global)? Orang yang berakal sehat tentu akan menjawab: “Kita hanya akan mengerti itu semua dari sabda-sabda Rasulullah r !”   Read the rest of this entry