Kisah Unta Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhu

Kali ini sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhu mengisahkan untuk kita mukjizat lain dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terjadi saat perjalanan bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menuju kota Madinah seusai perang Dzatu Ar-Riqa’ di tahun keempat Hijriyah.

Jabir berkata: “Aku punya seekor unta renta yang sudah payah untuk bepergian atau membawa beban, bahkan Aku berniat untuk tidak lagi memakainya.”

Kata Jabir Radhiyallahu’anhu selanjutnya: “Suatu saat, dalam sebuah safar bersama Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, aku masih menunggangi untaku. Di tengah perjalanan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengejarku. Aku dipanggil lalu untaku beliau pukul. Tiba-tiba ia berjalan sangat cepat, tidak pernah aku dapati untaku berjalan seperti itu.”

Karena begitu cepatnya, Jabir bin abdilah Radhiyallahu’anhu bersusah payah mengendalikan untanya agar tidak mendahului Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Wahai Jabir jualah untamu untukku!

Kataku: “Tidak Ya Rasulullah.”

Rasul kembali berkata: “Jualah untukku wahai Jabir.”

Akhirnya kujual untaku dengan harga satu uqiyah, dengan syarat aku masih menungganginya hingga tiba di Madinah.

Safar pun usai, rombongan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki kota Madinah yang indah.

Berkata Jabir Radhiyallahu’anhu: “Aku antar untaku kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan beliau bayarkan satu uqiyah kepadaku.”

Saat aku pulang, Rasul memanggilku, beliau bersabda: “Wahai Jabir, apakah engkau menyangka Aku akan menawar lagi untamu agar lebih murah?’ ‘Tidak wahai Jabir, ambillah unta ini untukmu dan bawalah dirham-dirham yang telah aku berikan!”

Masyaallah betapa bahagianya Jabir, ia pulang dengan unta yang hebat dan dirham yang diberikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam untuknya, ternyata jual beli dengan kekasih Allah tidak pernah ada kerugian, jual beli yang barokah dan penuh kasih sayang.

Betapa sayangnya Rasul kepada Jabir yang sudah tidak lagi berbapak dan harus mengurus sembilan saudara perempuannya yang masih kecil. Demikianlah Nabi kita, lembut dan penuh kasih sayang kepada ummatnya sebagaimana Allah berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Ya Allah, kumpulkan kami bersama Nabi-Mu Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di Firdaus-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami dengan Neraka-Mu sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha pengasih lagi penyayang.

(Dinukil dari buku Kisah-kisah Menakjubkan dari Mukjizat Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Penyusun: Abu Ismail Muhammad Rijal)

Posted on Februari 9, 2012, in Kisah dan Ibroh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: