Soal Jawab Bersama Asy-Syaikh Abdullah Mar’i

Rabu, 20 Juli 2011 M Allah takdirkan saya menyertai Asy-Syaikh Abdullah bin Umar bin Buraik Al-Mar’I Al-‘Adni[1] dalam perjalanan dari Jogjakarta menuju Banyumas.

Dalam perjalanan tersebut alhamdulillah kita mendapatkan beberapa faedah ilmiyyah diantaranya jawaban-jawaban Asy-Syaikh atas duapuluh pertanyaan yang kita Ajukan. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan tersebut beserta jawabannya.

 Soal 1: Bolehkah bagi wanita mengendarai sepeda motor ? 

Jawab:

Yang afdhol ditinggalkan. Namun keadaan seperti di negeri kalian (yakni Indonesia) terkadang banyak madharat menimpa wanita ketika ia harus bersama dengan kaum lelaki di kendaraan-kendaraan umum, maka dalam keadaan seperti itu insyaallah tidak mengapa bila ia mengendarai sepeda motor.

Yang perlu juga di tegaskan juga, sudah seharusnya bagi mahromnya untuk mengantarkan, jangan biarkan sendiri berkendaraan.

Soal 2: Di negeri kami ada hewan bernama Luwak. Hewan ini biasa memakan biji-biji kopi. Biji-biji tersebut keluar bersama kotoran luak dalam keadaan masih utuh. Masyarakat biasa mengolah biji-biji yang keluar tersebut karena konon lebih enak dari biji kopi yang tidak dimakan luwak. Apa hokum kopi2 yang keluar dari perut luwak tersebut?

Jawab: Saya tidak tahu tentang hewan luwak ini. Sebagian orang menggambarkan pada saya bahwa luwak hanya memakan buah-buahan. Namun sebagian lain mengabarkan bahwa luwak juga terkadang memakan bangkai demikian pula memangsa ayam yang masih hidup.  

Dua gambaran yang berbeda ini tentu masing-masingnya memberikan hukum berbeda. Jika luwak adalah hewan yang halal (yakni hanya makan buah-buahan), maka kotorannya tohir (tidak najis) sehingga boleh mengolah kopi yang keluar dari perutnya dengan membersihkannya terlebih dahulu dari kotoran yang bercampur  

Namun seandainya hewan ini juga pemakan bangkai makai kotorannya najis, dengan demikian tidak boleh mengolah kopi yang keluar bersama najis. Allahu a’lam.

 Soal 3: Apa hokum mihrob di masjid-masjid ? Bagaimana pula dengan kubbah-kubbah masjid ?  Apakah mihrom masih termasuk bagian dari masjid?

Jawab: Yang benar dalam masalah ini, mihrob termasuk perkara bid’ah. Demikian pula dengan kubah-kubah masjid.

Adapun meninggikan sebagian atap masjid untuk tempat masuknya angin –dan ini memang dibutuhkan- yang seperti ini tidak mengapa.

Adapun keberadaan mihrab, maka ia masih masuk bagian masjid (sehingga berlaku hukum-hukum masjid).

Soal 4: Bagi imam yang memandang bahwa mihrob adalah bid’ah. Bolehkah ia sholat di mihrob karena pertimbangan maslahat dan mafsadah jika sholat di luar mihrob?

Jawab:

Bagi imam yang meyakini kebidahan mihrab tidak mengapa sholat di mihrab karena dikhawatirkan adanya mafsadah (fitnah)

Soal 5: Markaz-markaz Ahlus sunnah memiliki pemancar-pemancar radio dakwah. Bolehkah pemancar tersebut kita gunakan untuk reklame produk-produk dagangan?

Jawab: Jangan, karena hal itu bisa menyebabkan pemerintah melarang kalian. Tetaplah radio kalian gunakan sebagai sarana dakwah dan jangan berpaling dari tujuan semula dan berpindah kepada urusan duniawi.

Soal 6: Bolehkan mendirikan biro jasa yang membantu pengurusan pembayaran pajak? Mengingat pengurusan pajak di negeri ini susah.

Jawab: Syaikh bertanya: Apakah dengan biro itu pajak akan lebih murah?  Jawab: Tidak syaikh, bahkan lebih mahal karena ada upah untuk bagi pegawai biro.

Jawab: Jika demikian, maka Tidak boleh mendirikan biro jasa tersebut  dan tidak pula  bekerja padanya.

Soal 7: Apakah termasuk syarat mahrom adalah ia telah baligh?

Jawab: Baligh bukan merupakan syarat. Boleh seorang yang belum baligh sebagai mahrom dalam safar jika ia memiliki badan yang kuat, dan akal serta kemampuan untuk memberikan perlindungan kepada wanita. Sebaliknya boleh jadi seorang yang baligh namun tidak bisa dijadikan mahrom, seperti orang gila.

 Soal 8: Bolehkah seorang lelaki mengiringi istrinya atau anak perempuannya dalam safar.  Dimana sang istri berada di mobil umum sementara sang suami mengiringi dengan motor, mengikutinya?

Jawab: Yang Wajib, bagi seseorang membawa mahrom bersamanya. Namun dalam keadaan tidak mampu kecuali demikian seperti tidak adanya kendaraan yang cukup, atau harta yang tidak cukup, boleh dengan syarat: Pertama: Tidak  ada dhoror (bahaya) Kedua: Bisa menjamin ia bisa mengikuti kendaraan yang membawa istrinya.

 Soal 9: Bolehkah menggabungkan beberapa doa ruku’ dan sujud?

Jawab: Jumhur ulama berpendapat bolehnya. Seperti misalnya saat imam sujud lama.

 Soal 10: Bolehkah mencabut uban yang tumbuh pada pada kepala dan hidung?

Jawab: Makruh. Kecuali jika uban yang berada di hidung menjulur keluar dan mengganggu, maka boleh baginya mencabut, bukan karena ia sebagai uban namun karena ia mengganggu.

 Soal 11: Bolehkah wanita mencukur rambutnya? 

Jawab: Boleh selama tidak menyerupai laki-laki atau orang-orang fasik, dan diizinkan oleh suaminya.

Faedah: Sebagian ulama memberikan batasan cukuran wanita menyerupai laki-laki jika dicukur sebatas pundak. (Baca pula fatwa guru kami Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad: Bolehkah wanita memendekkan rambutnya?)

Soal 13: Menggundul rambut bayi dan ditimbang untuk disedekahkan seberat rambut tersebut apakah disyareatkan khusus untuk bayi laki-laki atau juga bayi perempuan?

Jawab: Hadits tentang itu didhaifkan syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah. Dan sepertinya As-Syaikh al-albani ruju’ dari pensahihan beliau.

Soal 13: Seorang haji dan tidak mampu menyembelih hadyu, sehingga ia berpuasa tiga hari saat haji. Namun ia tidak segera menyempurnakan tujuh hari sampai datang musim haji berikutnya apakah yang harus ia lakukan?

Jawab: Wajib atasnya bertaubat karena mengakhirkan puasa, dan ia sempurnakan hutangnya, dan tidak ada kaffaroh baginya.

 Soal 14: Terkait dengan masalah sebelumnya, bolehkah seandainya ketika haji di tahun berikutnya ia menyembelih hadyu untuk tahun itu dan hadyu tahun sebelumnya, sehingga ia tidak perlu lagi membayar hutang puasanya yang tujuh?

Jawab: Tidak mengapa insyaallah.

Soal 15: Seorang hendak meminjam uang kepada Zaid, namun Zaid tidak mempunyai harta melainkan emas. Maka ia pinjamkan emas dan mensyaratkan untuk mengembalikan pula dalam bentuk emas, walaupun harga emas saat melunasi lebih mahal, bolehkah muamalah ini?

Jawab: Boleh.

Soal 16: Terkait dengan soal sebelumnya, bolehkah seandainya saat membayar hutang ia membayarnya dengan harga emas saat itu?

Jawab: Boleh

 Soal 17: Apa makna doa sayyidul Istighfar (Wa ana ‘Abduka wa ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika)?

Maknanya : Agama seluruhnya.

 Soal: 18 : Apa batasan hujan yang merupakan udzur untuk tidak mengikuti shalat jamaah?

Jawab: Batasannya adalah adanya Masyaqqoh (kesulitan), dan ini dikembalikan kepada ‘urf (adat kebiasaan yang berlaku)

Soal 19: Orang yang punya hutang puasa ramadhan, namun ia tidak membayarnya hingga romadhon berikutnya apakah ada atasnya kaffarot?

Jawab: Yang benar dalam masalah ini adalah tidak ada atasnya kaffaroh, ia hanya membayar hutangnya, dan bertaubat. Kecuali Ia adalah wanita yang selalu hamil dan menyusui di setiap waktu sehingga memang ia berat untuk mengqadha’nya, wanita ini mengganti dengan fidyah.[2]

 Soal 20: Para pengemudi truk angkutan terikat dengan peraturan untuk tidak membawa muatan melebihi tonase (batas maksimal muatan). Akan tetapi seandainya peraturan ini dilakukan para pengemudi akan rugi, sehingga mereka melanggar dengan membawa muatan melebihi batas. Dan untuk melancarkan tindakannya dia membayar uang tambahan kepada petugas, apakah hal ini diperbolehkan?

Jawab: Tidak.


[1] Beliau salah seorang murid Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah.

[2] Syeikh berpendapat tentang wanita hamil dan menyusui seperti orang sakit yang wajib menqadha puasanya saja.

About salafartikel

bismillah

Posted on Februari 13, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Assalam mualaiku.
    Berkenaan dengan makruh hukumnya apabila seseorang mencabut uban, saya ingin bertanya sbb: sejak beberapa tahun lalu rambut saya beruban…tapi sekarang kepala saya sering pusing dan baru setelah sehelai dua helai uban dicabut keluar angin (maaf) dari mulut seringnya dan kepala menjadi ringan. Untuk kasus saya bolehkah saya mencabut uban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s