Dua Sebab Kejelekan Pada Anak

Abu Isma’il Muhammad Rijal

Sering kita merenung apa sebenarnya sebab kerusakan anak-anak kita? Kasar, keras kepala, egois, suka membantah orang tua, enggan menunaikan hak-hak Allah seperti shalat dan sekian banyak kenakalan pada mereka. Apa sebenarnya yang menyebabkan kerusakan itu ? Bukankah mereka terlahir dalam keadaan fitroh ?

Ya, anak dilahirkan di atas fitrah, sebagaimana datang dalam Sabda Rasulullah Shallallohu ’alaihi wasallam.

عَنْ أَبَي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallohu’anhu Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seorang bayi dilahirkan melainkan di atas fitrah (islam), maka kedua orangtuanyalah yang menjadikanya yahudi, nasrani atau majusi Al-Hadits

Dengan tegas Rasulullah Shallallohu ’alaihi wasallam menyatakan bahwa anak terlahir dalam keadan mentauhidkan Allah, berada diatas islam, dan ketundukan kepada-Nya.

Adapun kerusakan yang muncul pada dirinya seperti kekafiran, kemunafikan, kemaksiatan dan lainnya muncul dengan sebab, sebagaimana kambing yang terpotong telinganya ia tidaklah terlahir dalam keadaan terpotong namun pasti ada campur tangan manusia dalam mencacatinya.

Lalu Apa Sebabnya? Kejelekan yang muncul pada anak setidaknya adalah akibat dari dua sebab pokok:

Pertama: Orang tua menyepelekan dan tidak bertanggung jawab atas apa yang Alloh SWT bebankan kepada mereka untuk mendidik anak-anak mereka sehingga masuklah kejelekan – kejelekan.

Pendidikan dan penjagaan yang dibebankan atas orang tua adalah pendidikan dan penjagaan lahiriyah dan batiniyyah.

Kebanyakan orang tua merasa sudah lepas dari tanggung jawab ketika mereka telah berikan kecukupan lahiriah kepada anak berupa sandang, pangan dan papan. kemudian mereka sibuk dengan dunianya, mengejar karir. Anak pun tidak mendapatkan pendidikan batin, yang itu lebih berharga daripada kecukupan lahiriyah. Mereka tidak mendapatkan kasih sayang, dibiarkan mengembara dalam kesendirian tanpa bimbingan akhlak dan agama. Hingga rusaklah fitrah mereka sedikit demi sedikit.

Sebab Kedua: Masuknya pengaruh-pengaruh buruk dari lingkungan pada anak, baik kerusakan akidah, akhlak atau amalan-amalan yang fasid (rusak).

Masing-masing orang tua harus memilihkan lingkungan terbaik untuk anak-anaknya, lingkungan yang mendukung penjagaan fitrah mereka dan bertambahnya kebaikan pada diri-diri mereka.

Wahai orang tua, sudahkah kita bentengi anak kita dari dua sebab mendasar kerusakan itu? Sudah saatnya kita bangkit dari kelalaian, menyongsong kejayaan ummat dengan mendidik anak-anak kita dengan pendidikan Rabbani.

 

Posted on Februari 25, 2012, in Lembar Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: