Sebab-sebab Istiqamah

Soal: Apa nasehat bagi kita yang telah mendapatkan hidayah mengenal dakwah ahlsussunnah agar tetap istiqamah?

Jawab:

Mendapatkan hidayah islam yang lurus, mengenal dakwah Ahlus sunnah wal jama’ah, dakwah salaf, terlebih di zaman yang penuh fitnah, adalah nikmat yang sangat besar tidak dapat dibandingkan dengan dikmat dunia dan seisinya. Ada di antara manusia masuk ke dalam islam namun kemudian tergelincir dalam sekte-sekte sempalan semacam Qadariyah (orang-orang yang mengingkari takdir), Khawarij (arang-orang yang mudah mengafirkan dan memberontak kepada penguasa muslim), tarekat-tarekat shufi, jama’atut tabligh, ikhwanul muslimin atau kelompok sempalan lain.

Dan ketika seorang mengikuti jalan ahlus sunnah wal jama’ah, memahami islam dengan pemahaman salaful ummah, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan haq yang harus ia lakukan agar mendapatkan istiqamah:

Pertama: Bersyukur kepada Allah dengan nikmat yang sangat besar tersebut.  Karena Syukur adalah sebab terjaganya nikmat dan bertambahnya nikmat sebagaimana Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Ibrahim: 7

Kedua: Banyaklah berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah memberikan ketetapan iman dan kekokohan hati di atas islam sebagaimana Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam banyak berdoa kepada Allah dengan doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah kalbu kami di atas agama-Mu

Ketiga: Teruslah menuntut ilmu dengan selalu memohon tambahan ilmu kepada Allah, seperti doa yang selalu dibaca Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam: Robbi Zidni ‘ilma (Wahai Rabbku berilah aku tambahan ilmu). Ilmu yang dimaksud adalah ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pelajari tauhid dan kenalilah syirik agar seorang mengenal jalan-jalan yang membahayakan dirinya, pelajari pula perkara-perkara yang wajib untuk diamalkan dalam keseharian kita seperti wudhu, shalat sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw dan perkara-perkara agama lainnya. Menuntut ilmu agama adalah sebab istiqamah dan sebab Allah mudahkan jalan menuju jannah sebagaimana Sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam yang maknanya:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِيْ بِهِ عِلْمًا سَهل اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجنَّة

Barangsiapa menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju jannah.

 

Keempat: Banyaklah beribadah sunnah setelah menunaikan yang wajib seperti membaca Al-Qur’an, shalat dhuha sesuai dengan kemampuan dan jangan memaksakan diri dengan sesuatu yang tidak dimampui, dengan itu seorang akan mendapatkan kecintaan Allah, dan barngsiaa dicintai Allah niscaya Allah mudahkan semua jalan yang ia tempuh.

 

Soal: Bagaimana agar orang tua juga turut mendapatkan hidayah tersebut?

Jawab:

Hidayah di Tangan Allah maka banyaklah berdoa kepada Allah, dan janganlah berputus asa dalam memohon kepada-Nya agar kedua orang tua mendapatkan hidayah.

Berdoalah di waktu-waktu yang mustajab diantaranya sepertiga malam terakhir, ketika sujud dalam shalat, di antara adzan dan iqamat, ketika hujan, ketika safar.

Pergaulilah kedua orang tua dengan akhlak yang baik, dan jauhilah sikap kaku, keras dan kasar,  semua itu menjadi sebab hidayah kedua orang tua insyaallah.

Posted on Februari 29, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: