Sujud Waktu Mustajab

Apakah memperbanyak doa disyareatkan ketika Sujud, ruku’ dan saat tasyahhud sebelum salam?

Jawab:

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

… Dan aku dilarang membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau sujud, adapun saat ruku’ maka agungkanlah Rabb ‘Azza Wa Jalla, Adapun sujud maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, sungguh dekat doa itu dikabulkan untuk kalian. HR. Muslim no. 738

Dalam hadits lain beliau bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Saat paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia  bersujud, maka perbanyaklah doa. HR. Muslim no.744 dari Shahabat Abu Hurairah Ra.[1]

Dari dua sabda Rasulullah saw di atas ada beberapa faedah penting:

  1. Disyareatkannya memperbanyak doa ketika sujud tentunya setelah mendatangkan dzikir yang wajib semisal: “Subhana Rabbiyal A’la.”
  2. Dalam hadits ini, Rasulullah saw menetapkan sujud sebagai tempat/waktu yang mustajab untuk berdoa.
  3. Hadits ini menunjukkan keutamaan sujud, dimana saat itu adalah saat terdekat antara hamba dengan Rabb-Nya.
  4. Larangan membaca Al-Qur’an di saat ruku’ dan sujud.
  5. Keharusan bersungguh-sungguh dalam berdoa.

Demikian pula saat tasyahhud sebelum salam, termasuk waktu/tempat mustajab untuk berdoa, sebagaiman Rasulullah saw mengajarkan kita berdoa untuk berlindung dari empat perkara.

 

Adapun Ruku’ maka yang disyareatkan adalah mengagungkan Allah sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.

 

وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

… Dan aku dilarang membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau sujud, adapun saat ruku’ maka agungkanlah Rabb ‘Azza Wa Jalla, Adapun sujud maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, sungguh dekat doa itu dikabulkan untuk kalian. HR. Muslim no. 738

 


[1] Lihat takhrij hadits ini dalam Irwaul Ghalil (2/207)

 

Posted on Februari 29, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bolehkah berdoa saat sujud dengan bahasa kita (bukan bahasa arab)?
    bolehkan berdoa dengan potongan ayat Al Quran, saat sujud?

  2. Assalamu’alaikum.
    Berdoa ketika sujud dengan doa-doa yang ada dalam Al-Quran diperbolehkan, dan bukan termasuk membaca Al-Quran yang dilarang ketika sujud.
    Adapun berdoa dengan bahasa jawa, hadits Rasulullah shallallohu’alaihiwasallam menunjukkan bahwa doa ketika sujud tidak diharuskan dengan bahasa arab, tentunya setelah membaca dzikir yang wajib. Namun sebaiknya kita berdoa dengan bahasa arab, lebih khusus doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallohhu’alaihi wasallam. Allahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: