Daily Archives: Maret 13, 2012

Suran – Bersihkan Muharram dari Tathayyur Dan Tradisi Leluhur

Abu Ismail Muhammad Rijal — Sumber Artikel: Majallah Asysyariah

عن عبد الله بن مسعود t عن رسول الله  r  قال: الطيرة شرك، الطيرة شرك، ثلاثا، و ما منا إلا. . . ولكن الله يذهبه بالتوكل

Dari Abdullah bin Mas’ud t Rasulullah r bersabda: Tathayyur itu syirik, tathayyur itu syirik, -tiga kali beliau ucapkan- dan tidak ada di antara kita melainkan (pernah terbersit dalam hatinya sesuatu dari tathayyur)[1], akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.

 

Kisah Negeri Yang Menyedihkan.

“Sura” dalam bahasa jawa adalah sebutan lain bagi bulan Muharram, bulan pertama dalam tahun hijriyah. Bulan ini sesungguhnya termasuk empat bulan-bulan haram yang mulia yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Allah berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram… At-Taubah:36

Namun kemuliaan bulan ini ternodai oleh keyakinan dan tradisi yang sangat jauh dari nilai-nilai islam. Banyak penyimpangan akidah dilakukan di bulan Muharram berupa keyakinan atau amalan mungkar yang telah mendarah daging, bahkan turun menurun menjadi sebuah tradisi dan budaya yang demikian kental hingga masyarakatpun menganggapnya sebagai satu hal biasa.

Tetapi tentunya sebagai seorang muslim, yang menjadi tolok ukur kebenaran adalah syariat, bukan adat dan tradisi leluhur. Seorang muslim –yang jujur dengan keislamannya- tidak boleh begitu saja mengikuti arus tradisi yang sudah menjadi keumuman banyak manusia, akan tetapi wajib baginya menanyakan setiap perbuatan atau perkataan yang hendak ia lakukan, apakah perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw? Apakah perbuatan itu halal atau haram? Apakah yang dia lakukan tauhid atau syirik? Sunnah atau bid’ah? demikian seterusnya. Allah ta’ala berfirman:

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. An-Nisa:65

“Suran” adalah salah satu tradisi kesyirikan di bulan sura yang begitu merebak di tengah masyarakat negeri ini, khususnya jawa. Read the rest of this entry