Hukum Shalat Isya Dini Hari (Waktu Ikhtiyar dan Idhthiror Shalat Isya)

Soal: Apa hukum shalat isya dini hari setelah melewati pertengahan malam ?

Jawab: Waktu shalat isya terbagi dua, ikhtiyar dan idhthiror. Waktu Ikhtiyar adalah waktu bagi mereka yang tidak memiliki udzur sepeti safar atau lainnya, adapun waktu Idhthiror, adalah waktu yang masih boleh seorang menunaikan shalat dalam keadaan darurat, karena adanya udzur safar atau semisalnya.

Dalil waktu ikhtiyar adalah hadits Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash yang diriwayatkan Muslim dalam Ash-Shahih tentang waktu-waktu shalat. Dalam hadits tersebut Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:

وَوَقْتُ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الْأَوْسَطِ

“Dan Waktu shalat isya hingga pertengahan malam.”

Batasan hingga pertengahan malam adalah batasan waktu ikhtiyar.

Untuk menghitung pertengahan malam, kita lihat waktu tenggelam matahari (maghrib) dan waktu terbit fajar (waktu shalat subuh), pertengahan di antara keduanya adalah waktu pertengahan malam.

Sebagai misal, matahari tenggelam jam 17.30 dan waktu fajar jam 4.30. Maka pertengahan  adalah jam 23.30 malam. Waktu Dhoruroh terhitung sejak pukul 23.30 hingga terbit fajar shadiq.

Adapun hokum seorang mengakhirkan shalat malam hingga keluar dari waktu ikhtiyari, Jika dia akhirkan karena udzur maka yang demikian itu tidak mengapa. Adapun Jika seorang mengakhirkan shalat isya hingga melampaui pertengahan malam tanpa ada udzur ia berdosa, Allahua’lam.[1]


[1] Lihat Al-Ifham (1/94)

Posted on April 19, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: