Ada Apa di Balik Kurma, Buah Yang Allah rizkikan kepada Maryam

Allah Ta’ala berfirman mengisahkan Maryam saat mengandung puteranya Isa ‘Alaihissalam (maknanya): “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”. Maryam: 25-26.

Ya, diantara yang Allah anugerahkan kepada Maryam saat hamilnya adalah buah kurma.

Kurma adalah buah yang kaya akan nutrisi. Di dalamnya terkandung zat-zat yang sangat dibutuhkan badan diantaranya: karbohidrat, fiber, kalsium, kalium, vitamin B kompleks, magnesium, dan zat besi.

Pada kurma kering terdapat kandungan 70% karbohidrat, sedangkan pada kurma basah ada kandungan 60% karbohidrat dalam bentuk glukosa dan fruktosa. Kedua jenis gula ini tidak berbahaya karena hasil olahan alami. Glukosa dan fruktosa alami ini sangat mudah diserap oleh tubuh. Dan fungsinya adalah untuk menggantikan energi yang hilang. Itulah diantara hikmah kenapa orang berpuasa dianjurkan untuk berbuka dengan kurma terlebih dahulu, Allahua’lam. Bagi ibu hamil, energi dari gula yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk menambah kekuatan pada saat persalinan.

Kurma juga merupakan salah satu sumber alami terbaik kalium. Kalium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kontraksi otot termasuk otot jantung, dan mengatur tekanan darah.

Kandungan kalsium dalam kurma sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tulang dan gigi pada janin, juga sangat bermanfaat untuk ketahanan tulang bagi ibu hamil itu sendiri. Kita sering kali disodori vitamin penguat tulang atau suplemen tambahan untuk kalsium oleh dokter atau bidan. Namun, kandungan kalsium dalam sari buah kurma ternyata dapat mencukupinya.

Zat besi dalam sari kurma bermanfaat untuk produksi hemoglobin dan sel darah merah. Akan sangat melindungi ibu hamil dari kekurangan sel darah merah atau anemia. Jika kebutuhan akan zat besi ini terpenuhi, maka peredaran darah akan lancar dan sari-sari makanan akan beredar dengan lancar karenanya.

Dan yang tak kalah penting, kurma mengandung suatu hormon yang sering disebut dengan hormon potuchin, yang menurut para pakar medis, hormon ini berfungsi untuk mengikat rahim dan otot rahim sehingga dapat membantu mengurangi pendarahan pasca melahirkan. Selain itu, ada hormon oksitosin yang dapat membantu merangsang kontraksi pada otot-otot rahim sehingga mempermudah persalinan. Hormon ini juga akan membantu memacu kontraksi di pembuluh darah vena yang ada di sekitar payudara ibu, sehingga memacu kelenjar air susu untuk memproduksi ASI.

Kandungan fiber atau serat pada sari buah kurma juga merupakan yang paling besar dibandingkan buah-buahan lain. Fiber ini bermanfaat untuk memperlancar proses pembuangan, sehingga pada saat persalinan, tidak ada sisa-sisa makanan yang berbentuk tinja menumpuk di usus dan memperlambat proses persalinan.

Posted on April 22, 2012, in Obat Tradisional and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: