Daily Archives: Juni 18, 2012

Hukum Daging Impor, Antara Halal dan Haram

Soal: Di supermarket-supermarket sering kita dapatkan makanan kaleng seperti ikan kaleng, atau daging kaleng yang diantaranya impor. Apa hukum memakan daging-daging impor ?

Jawab:

Untuk menjawab pertanyaan ini perlu diketahui bahwa daging-daging impor dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Pertama: Daging-daging impor yang berasal dari negara Islam

Dalam hal ini, daging tersebut boleh dikonsumsi, sebab asal hukumnya mereka menyembelih dengan cara Islam. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallohu’anha : Rasulullah ditanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya di sini ada satu kaum yang baru saja meninggalkan kesyirikan. Mereka membawakan daging-daging untuk kami yang kami tidak tahu apakah mereka menyebut nama Allah ta’ala atasnya atau tidak. Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam menjawab: “Kalian sebutlah nama Allah dan makanlah.” (HR. al-Bukhari no. 6963)

Hadits ini menunjukkan bahwa asal hukum sembelihan seorang muslim adalah halal dan disyareatkan menyebut nama Allah ta’ala, meskipun kita tidak mengetahui secara persis apakah daging tersebut disembelih dengan cara yang sesuai dengan syariat atau tidak.

Kedua: Daging-daging impor tersebut adalah daging yang tidak disyaratkan untuk disembelih seperti ikan.

Dalam hal ini, daging tersebut halal untuk kaum muslimin, meskipun diimpor dari negara kafir yang bukan ahli kitab, seperti halnya ikan. Kecuali apabila diketahui bahwa pada ikan yang telah dikemas dalam kotak atau kaleng tersebut mengandung zat-zat yang diharamkan bagi kaum muslimin, seperti lemak babi atau yang lainnya.

Ketiga: Daging-daging sembelihan tersebut diimpor dari negara kafir yang bukan ahli kitab.

Daging ini hukumnya haram untuk dimakan, sebab Allah Ta’ala hanya menghalalkan sembelihan yang berasal dari ahli kitab untuk kaum muslimin, yaitu yang sejak lahir telah menisbatkan dirinya kepada agama Yahudi dan Nasrani, bukan agama lain, dan dia bukan termasuk orang yang murtad dari Islam lalu menjadi Yahudi atau Nasrani.[1]

Keempat: Daging sembelihan yang diimpor dari negara ahli kitab.

Daging sembelihan impor dari jenis ini, terbagi menjadi tiga keadaan. (lebih…)