Nikah dengan Jin Muslimah

Soal:

Bolehkah seseorang menikah dengan jin muslimah?

Jawab:

“Apa itu mungkin ?!” (Demikian awal jawaban SYaikh Abdul Muhsin sebagai pengingkaran beliau-pent)

Pada asalnya jin adalah makhluk yang tersembunyi (ghaib) dari manusia, seperti malaikat. Malaikat makhluk yang bisa berubah bentuk dan jin juga demikian. Mereka melihat kita namun kita tidak bisa melihat mereka (dalam bentuk aslinya). Allah berfirman:

Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Al-A’raaf

Akan tetapi mungkin tergambar (pernikahan itu terjadi andaikata boleh dan bisa) jika jin muslimah merubah dirinya dalam bentuk manusia[1] karena jin memang bisa berubah dalam bentuk manusia sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ketika beliau memergoki seorang yang sedang mengambil makanan (zakat fitrah yang sedang dijaga Abu Hurairah, ternyata orang tersebut adalah jelmaan jin- pent). Setelah kejadian beliau kisahkan kepada Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam, beliau bersabda di akhir hadits:

Dia berkata benar kepadamu, padahal dia makhluk yang sangat pendusta, yang datang kepadamu adalah Setan (jin).[2]

Akan tetapi mengenai pernikahan dengan jin wanita hal ini tidak boleh, karena Allah ta’ala telah menjadikan pernikahan itu diantara makhluk yang sejenis sebagaimana Allah berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu (An-Nahl:72) maksudnya: dari jenis kalian bukan dari jenis yang lain.

Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqity rahimahullah membahas masalah ini dalam kitab Adhwaul Bayan dalam surat An-Nahl ketika membahas ayat tersebut. Kemudian beliau berkata:

Dan yang dhahir (tampak) dari nas Al-Quran sesungguhnya pernikahan itu hanya terjadi dari jenis yang sama. Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar-Ruum:21)

Dan pernikahan dari yang tidak sejenis menyelisihi apa yang dibimbingkan Allah ta’ala kepadanya. (Diterjemahkan dari muhadharah Syarah Sunan Abu Dawud 2/282)


[1] Disamping mereka juga bisa berubah bentuk dalam bentuk hewan seperti ular. Dalam keadaan mereka merubah bentuk dalam bentuk hewan tentu tidak tergambar pada benak kita pernikahan seorang manusia dengan jin.

[2] Kisah ini panjang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya.

Posted on Juli 5, 2012, in Fiqh - Fatawa Syaikh Al-Abbad and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

%d blogger menyukai ini: