Tidak Tahu Berjamaah Dengan Imam Yang berhadats, Apakah Mendapat Pahala Jamaah?

Soal: Az-Zarkasyi rahimahullah berkata: “Seandainya seorang makmum shalat dibelakang imam yang berhadats dalam keadaan makmum tidak tahu, maka shalatnya makmum sah namun tidak mendapatkan pahala shalat jamaah.” Apakah perkataan Az-Zarkasyi benar ?

Jawab: Bagaimana mungkin engkau tiadakan pahala jamaah orang ini? (Yang benar) jika seorang imam berhadats sementara makmum tidak mengetahuinya, jamaah tetap ada dan tidak hilang keutamaan berjamaah, karena mereka telah menunaikan kewajiban dan melakukan apa yang mereka mampui.

Kekurangan pada imam yang berhadats, dialah yang harus berwudhu kembali dan mengulangi shalat, adapun makmum tidak mengulanginya.

Rasulullah pernah bersabda tentang penguasa-penguasa yang datang sepeninggal beliau:

 يصلون لكم فإن أحسنوا فلكم ولهم، وإن أساءوا فلكم وعليهم.

Mereka para penguasa akan mengimami shalat kalian, jika mereka baik maka kebaikan atas kalian dan mereka namun jika mereka berbuat kejelekan maka kebaikan tetap atas kalian dan kejelekan atas mereka.

Utsman Radhiyallohu’anhu berkata sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhari

إن الصلاة من خير ما يفعل الناس، فإن أحسنوا فأحسن معهم، وإن أساءوا فاجتنب إساءتهم.

“Shalat adalah sebaik amalan yang dilakukan manusia jika mereka berbuat baik maka berbuat baiklah bersama mereka, dan jika mereka buruk (dalam shalatnya) maka tinggalkanlah erbuatan buruk mereka.” Syarah Sunan Abu Dawud 3/37

Posted on Juli 11, 2012, in Fiqh - Fatawa Syaikh Al-Abbad. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.