Selamat dari Kesyirikan Bekal Meraih Ampunan (Hakekat Kesyirikan)

Abu Muhammad Rijal, Lc

Sudahkah aku Mengenal Syirik Dan Meninggalkannya? Saudaraku, pertanyaan ini bukan pertanyaan ringan. Pertanyaan ini harus kita jawab, dan tidak boleh siapapun menganggapnya remeh.

Sungguh Rasulullah saw telah berdakwah selama 23 tahun untuk menegakkan tauhid dan memerangi kesyirikan. Selama itu pula beliau menjelaskan kepada umat hakekat tauhid dan hakekat kesyirikan. Dengan tangannya yang mulia, beliau patahkan berhala-berhala musyrikin, sebagaimana dengan lisan beliau patahkan kesombongan musyrikin.

Rasulullah saw wafat dalam keadaan tauhid tegak dan kesyirikan tumbang. Perjuangan membela tauhid dan memberantas kesyirikan dilanjutkan shahabat-shahabat beliau hingga tersebarlah islam…

Namun karena kejahilan, karena jauhnya manusia dari agama dan kecondongan mayoritas manusia kepada gemerlap dunia, serta banyaknya penyesat, manusia pun berpaling dari agama Allah, tidak lagi mengerti apa itu syirik bahkan terjatuh kedalamnya. Kembali islam menjadi asing seperti apa yang Rasulullah kabarkan.

Akhi fillah, sesibuk apapun kita, ingatlah bahwa ajal telah menanti… di saat itu tidak ada yang bermanfaat kecuali tauhid dan selamatnya kalbu dari noda-noda kesyirikan.

يَوْمَ لا يَنفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ (88) إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,Asy-Syu’ara: 88-89

Hanya dengan itulah kita akan gapai ampunan Rabbul ‘alamin. Dengarlah firman-Nya dalam sebuah hadits Qudsi:

يا ابن آدم ، لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا : لأتيتك بقرابها مغفرة

“Wahai anak Adam, andaikata engkau menghadap-Ku dengan membawa sepenuh bumi dosa, dan engkau menghadap-Ku dalam keadaan tidak mensekutukan Aku dengan apapun sungguh Aku akan datang kepadamu dengan sepenuh bumi ampunan.”

 

Apa Itu Syirik?

Syirik maknanya: Menyamakan makhluk dengan Allah dalam perkara-perkara yang merupakan kekhususan Allah, baik dalam rububiyyah, uluhiyah atau dalam nama-nama dan shifat-Nya. Atau kita katakana Syirik adalah menjadikan tandingan bagi Allah dalam kekhususan-kekhususan.

Akhi fillah, Allah memiliki kekhususan dalam Rububiyyah, Uluhiyyah, serta Nama-nama dan Shifat. Tidak boleh kekhususan ini diberikan kepada makhluk-Nya.

Allah adalah Rabbul’alamin, Rabb alam semesta. Allah lah satu-satunya pencipta, pemberi rizki, dan pengatur seluruh alam. Inilah sifat rububiyyah Allah, yang merupakan kekhususan bagi-NYa. Allah ta’ala berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Al-Fatihah

Allah adalah ilah. Dia sajalah ilah (sesembahan) yang haq, tidak ada yang berhak untuk diibadahi selain Allah. Inilah sifat uluhiyyah Allah, yang juga kekhususan bagi-Nya. Allah ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ

(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, Al-Hajj:62

Allah adalah Dzat yang memiliki nama-nama yang maha indah dan sifat-sifat yang maha mulia, tidak ada yang setara dengan Allah. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. Al-Ikhlash: 1-4.

Allah Menciptakan Kita untuk Mentauhidkan-Nya

Manusia dan Jin Allah ciptakan untuk mentauhidkan Allah dalam beribadah. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu. Adz-Dzariyat: 56

Demikianlah, Ibadah adalah hak mutlak Allah, bukan hak selain-NYa. Kepada Allah sajalah kita beribadah dan kepada Allah sajalah kita beristi’anah. Allah berfirman.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan Al-Fatihah.

Allah berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Al-Isra: 23

Tidak Dikatakan Mentauhidkan Allah kecuali dengan Meninggalkan Kesyirikan.

Akhi fillah, seorang tidak dikatakan mentauhidkan Allah sehingga Mengingkari semua bentuk peribadatan kepada selain Allah, meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan Memurnikan ibadah hanya kepada Allah. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللَّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, An-Nahl:36

Nabi dan dan Rasul tidak hanya memerintahkan umatnya untuk beribadah kepada Allah, namun juga memerintahkan mereka meninggalkan sesembahan selain Allah.

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ

Barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.

Allah juga berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. An-Nisa: 36

Sebagaimana seorang tidak akan sah shalatnya jika berhadats, demikian pula seorang tidak dikatakan muslim jika tidak meninggalkan kesyirikan. Meskipun dia shalat, menunaikan zakat, shiyam dan haji ke baitullah namun jika dia masih saja memberikan ibadah kepada selain Allah walaupun sedikit sungguh dia belum mentauhidkan Allah, bukan seorang muslim bahkan dia tergolong musyrikin.

Akhi fillah, musyrikin Quraisy dahulu bukan orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Mereka ternyata juga berdoa kepada Allah, berdzikir dan haji namun disamping itu mereka juga berdoa dan beribadah kepada selain Allah.

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),Al-Ankabut:65

Syirik Dosa Yang Paling Besar dan Paling buruk Akibatnya

Akhi fillah, syirik adalah dosa yang paling besar dan paling buruk akibatnya di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah sesungguhnya syirik adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. Lukman: 13

Syirik adalah dosa yang tidak Allah ampuni, jika tidak bertaubat darinya. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.An-Nisa: 48, 116

Syirik akbar adalah dosa yang pelakunya keluar dari islam, sehingga menjadikan halal lah darah, harta dan kehormatannya. mayatnya tidak dimandikan, tidak dikafani dan tidak dimakamkan dipekuburan muslim namun dipendam dicampakkan jauh dari kaum muslimin agar tidak terganggu bau bangkainya. Allah berfirman:

فَإِذَا انْسَلَخَ الأشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka … Al-Maidah:5

Syirik adalah dosa yang menggugukan seluruh amalan, walaupun seorang beramal seperti amalan para nabi dan Rasul. Allah berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Az-Zumar: 65

 Syirik adalah dosa yang dengannya Allah haramkan Jannah atasnya dan dia kekal di neraka jahannam selama-lamanya jika mati dalam keadaan musyrik.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.Al-Maidah: 72

Syirik adalah dosa yang dengannya menjadi haram seorang muslim atau muslimah menikah dengannya.

وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Al-Baqarah:221

Akhi fillah, inilah beberapa akibat buruk syirik akbar sebagaimana ditunjukkan dalam banyak ayat-ayat Al-Quran dan Sabda-sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.

Syirik adalah dosa terbesar dan paling buruk akibatnya baik di dunia dan diakherat. Di akherat mereka kekal dalam adzab jahannam, adapun didunia cukuplah kita perhatikan bagaimana akibat-akibat buruk yang menimpa musyrikin sejak rasul yang pertama hingga rasul yang terakhir.

فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).An-Nahl:36

Takut dan Berlindung Kepada Allah dari dosa kesyirikan.

Karena demikian buruk akibat dosa syirik, hamba-hamba Allah yang benar-benar mengenal hak Allah atas mereka, sangat khawatir dan takut terjerumus dalam lobang kesyirikan.

Lihatlah nabi Ibrohim ‘alaihis salam, beliau adalah kekasih Allah. Beliau telah mendapat jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun demikian beliau sangat takut dan khawatir dari kesyirikan. Beliaupun berlindung kepada Allah dari kesyirikan untuk diri beliau dan keturunannya:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ibrahim: 35

Demikian pula Sayyidul Anbiya wal Mursalin Rasulullah saw, beliau sangat mengkhawatirkan kesyrikan atas umatnya dan berlindung dari kesyirikan dan mengajarkan umatnya beristiadzah dari kesyirikan.

Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Rasulullah saw mengajarkan kepada Abu Bakr Ash-Shiddiq sebuah doa:

اللهم إني أعوذ بك أن أشرك بك و أنا أعلم و أستغفرك لما لا أعلم

Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari mensekutukan-Mu dalam keadaan aku tahu dan aku memohon ampunanmu dalam perkara yang aku tidak tahu.

Kesyirikan di sekitar KIta.

Dosa yang demikian besar, dengan sekian banyak kejelekan yang akan dituai pelakunya di dunia dan di akherat ternyata kebanyakan manusia justru lebih memilih jalan ini.

فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ

dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. Ar-Ruum:42

Akhi fillah, di akhir majelis ini sejenak kita melihat beberapa kesyirikan yang terjadi di sekitar kita. Mudah-mudahan renungan ini memberikan manfaat kepada diri kita, keluarga dan masyarakat negeri ini untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah, mentauhidkan Allah dan meraih ampunan-NYa.

Dan sungguh, apa yang sedang menimpa negeri ini berupa kejelekan-kejelekan sebab utamanya adalah kesyirikan yang merajalela, dan tidak akan pupus kejelekan itu melainkan dengan mentauhidkan Allah.

Diantara kesyirikan yang banyak di sekitar kita adalah kesyirikan dalam ibadah dengan Memberikan ibadah kepada selain Allah.

Berdoa adalah seagung-agung ibadah, doa adalah hak Allah semata. Allah berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu berdoa (menyembah) seseorang pun bersama Allah. Al-Jinn:18

Namun fenomena yang sangat menyedihkan tampak di pelupuk mata. Manusia berbondong mendatangi kuburan-kuburan para wali mengungkapkan segala kebutuhan, menangis, meminta, mencurahkan asa dan harapan kepada mereka. Ya berdoa kepada mereka, baik meminta langsung atau menjadikan mereka perantara di sisi Allah. Betapa banyak makam-makam di negeri ini yang dikultuslkan dan diperlakukan sebagai ilah selain Allah.

Dengan dalih ziarah kubur, dengan dalih bahwa mereka para wali adalah perantara yang akan menyampaikan permohonan kepada Allah mereka terjatuh ke dalam Syirik Akbar. Demi Allah dalih mereka sama seperti ucapan musyrikin Arab sebagaimana Allah sebut ucapan mereka dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Az-Zumar: 3

Menyembelih adalah ibadah yang agung. Allah perintahkan kita menyembelih hanya untuk Allah sebagaimana dalam firman-Nya:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah salat hanya untuk Rabbmu dan berkorbanlah (sembelihlah juga hanya untuk Robbmu).

Namun sekali lagi kita saksikan kesyirikan merebak di sekitar kita dalam ibadah ini. Sekelompok masyarakat menyembelih untuk Nyai Roro Kidul dalam acara kesyirikan “larung samudra” disembelihlah sapi atau kerbau dipersembahkan untuk “penguasa pantai selatan.”

Sebagian lagi menyembelih untuk sedekah bumi, dikubur kepala sapi di bumi agar bumi menjadi makmur. Sebagian lagi menyembelih sembelihan untuk Dewi Sri, dewa padi sebelum masa tanam atau waktu lainnya agar baik pertaniannya.

Berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, dua contoh ini adalah syirik dalam ibadah (syirik dalam uluhiyyah): Memalingkan ibadah kepada selain Allah.

Demikian pula ibadah-ibadah lainnya semua adalah hak Allah dan tidak boleh diberikan kepada selain Allah. Barang siapa memalingkannya kepada selain Allah dia telah terjatuh dalam syirik akbar, syirik dalam uluhiyyah.

Syirik dalam Rububiyyah.

Adakah Rabbul ‘alamin selain Allah? Jawabnya tidak. Namun dalam kehidupan kita masih saja banyak manusia terjatuh dalam syirik rububiyyah. Memberikan kekhususan Allah ini kepada Makhluk.

Kaum sufi ekstrim, quburiyyun (para pemuja kubur wali), rafidhoh (syiah) meyakini bahwa arwah orang-orang saleh atau dianggap saleh setelah kematiannya memiliki kekuasaan mengatur sebagian alam, menunaikan hajat kebutuhan dan menolak bencana.

Syirik dalam Nama-Nama dan Shifat Allah

Diantara sifat Allah adalah ilmu yang Maha Luas. Dia mengetahui segala sesuatu, di sisi-Nyalah ilmu ghaib tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Allah berfirman:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, Al-An’am:59

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. An-Naml:65

Ayat-ayat yang demikian jelas masih saja diingkari kebanyakan manusia.  Sifat-sifat khusus tersebut ditetapkan bagi dukun, para normal, tukang sihir, bahkan ada diantara orang yang dipanggil kiyai juga mengaku mengerti perkara ghaib. Semua ini adalah contoh kesyirikan dalam nama-nama dan shifat Allah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah kafir dengan apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. (Abu Dawud)

Akhi fillah, ini sebagian ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam yang menjelaskan tentang hakekat syirik akbar, semoga Allah memberkahi kita dengan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an.  Teriring sebuah nasehat bagi seluruh kaum muslimin untuk mencurahkan daya dan upayanya dalam menuntut ilmu syareat, mencurahkan kemampuannya untuk mengenal Al-Hak beserta rinciannya dan mengenal kebatilan beserta rinciannya kemudian memohon pertolongan kepada Allah untuk menunaikan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Alhamdulillahirobbil’alamin Wa shallallohu’alallohu wa sallama ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Posted on Agustus 31, 2012, in Aqidah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: