Daily Archives: Desember 1, 2012

Menghiasi Qalbu Dengan Iman Kepada Rasul

Abu Ismail Muhammad

 “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada qalbu-qalbu kalian dan amalan-amalan kalian”

Demikian Rasulullah saw bersabda dalam Hadits Abu Hurairah Ra yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahihnya.

Kalbu dan amalan, inilah dua perkara yang Allah lihat atas hamba-Nya. Oleh karena itu, keduanya selalu menjadi perhatian wali-wali Allah. Mereka selalu berupaya membersihkan kalbu dari penyakit dan kotoran berupa syirik, takabbur, ‘ujub, hasad, wali-wali Allah juga berupaya memperbaiki amalan, demi meraih kemuliaan di dunia dan akhirat.

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ * إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Pada hari tidak bermanfaat harta dan anak keturunan, kecuali orang yang datang dengan membawa qolbun salim.” [QS. Asy-Syu’ara:88-89]

Di alam barzakh, setiap orang, mukmin atau kafir  akan ditemani amalannya di dunia. Begitu seorang mukmin menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir, terdengarlah seruan dari langit: “Hamba-Ku benar, hamparkanlah untuknya dari hamparan dari jannah, berilah pakaian dari jannah dan bukakan untuknya pintu menuju jannah. (Di tengah kesendirian) datanglah seorang yang sangat indah wajah dan bajunya, sangat harum aromanya. Ia berkata: “Bergembiralah dengan apa yang membahagiakanmu, inilah hari yang dahulu dijanjikan.” Maka berkatalah mayyit: “Siapa kamu, wajahmu tampak datang dengan kebaikan?” dia menjawab: Aku adalah amalan shalihmu. Berkatalah mayyit: “Ya Rabb, tegakkanlah hari kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku.

Demikian penggalan Hadits Bara’ bin Azib radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad (4/287-288) dan  Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/93-94).

 

Iman, perkara asas dalam kehidupan kehidupan.

Iman adalah perkara terpenting yang dengannya Qalbu menjadi hidup, lapang dan dipenuhi kebahagiaan. Dengan iman pula manusia terbebas dari kerugian. Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. [Al-Ashr:1-3]

Iman adalah sebab kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, sebagaimana iman adalah syarat diterimanya amalan. Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl:97]

Ayat-ayat Al-Qur’an tegas menunjukkan bahwa bani Adam harus selalu menghiasi Qolbunya dengan Iman dan dibuktikan dengan amalan shaleh dalam mengarungi samudera hidup menuju negeri keabadian. (lebih…)