Fakta Penghianatan Syiah dan Kerjasama dengan Salibis, Surat Kepada Paus Paulus V (Fakta Bag-3)

Abu Sulaiman Hammad Al-Ghazy, Lc

Ini bukti pengkhianatanSyiah Periode Dinasti Ash-Shafawi, memperpanjang daftar pengkhianatan agama syiah Rafidhah terhadap AllahIslam dan Kaum Muslimin.

Syah Ismail adalah syah pertama dinasti shafawi. Naik tahta pada tahun 907 H. Ketika itu Iran belum lagi termasuk kawasan syiah secara keseluruhan, hanya beberapa kota yang penghuninya adalah orang-orang syiah seperti Qum, Qasyan, dan Naisabur.

Syah Ismail memiliki fanatisme yang tinggi untuk menyebarkan agama syiah ke seluruh penjuru Iran. Ia mengutus delegasi Da’I dan para propagandis Syiah ke negeri-negeri yang akan ditaklukan guna mengajak mereka memeluk agama syiah. Disamping bekerjasama dengan ulama-ulama syiah tidak sedikit syah Ismail melakukan terror dan mengancam bunuh bagi mereka yang tidak mau memeluk ajaran Syiah.

Pada masa syah Ismail telah terjalin hubungan kerjasama politik keamanan dan ekonomi dengan barat (Eropa) untuk menghadapi musuh bersama yaitu Daulah Turki Utsmani, yang sunni. Hal itu bermula dengan adanya persetujuan syah Ismail atas pakta militer dengan Portugal yang berisikan bahwa Syah Ismail tidak akanmenuntut Portugal untuk mengembalikan pulau Hurmuz dan pelabuhan Kamberun, sementara sepakat untuk membantu Syah Ismail Ash-Shafawi melawan Turki Utsmani.

Berdasarkan kajian Dr. Badi’ Muhammad Jum’ah, yang merujuk ke berbagai literature tentang Iran, baik yang ditulis dalam bahasa Persia, Arab maupun Inggris didapatkan fakta-fakta adanya kerja sama dinasti Shafawi dengan Negara-negara Eropa untuk melawan musuh bersama yaitu Turki Utsmani yang semakin meningkat pada masa Syah Abbas Ash-Shafawi (966-1038 H/1588-1629 M)

Yang demikian ini karena syah abbas sadar sepenuhnya bahwa satu-satunya cara untuk menghadapi dan mengalahkan Turki Utsmani adalah kerjasama di bidang militer dengan Barat. Untuk kepentingan itulah syah Abbas mengirimkan utusan ke berbagai Negara Eropa, antara lain Spanyol, Jerman Rusia, Ingrris dan belanda untuk mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan, yaitu menghadapi dan memerangi Daulah Turki Utsmani.

Syah Abbas bahkan juga menghubungi Paus Paululs V dan memintanya untuk mendorong agar raja-raja Eropa yang beragama Kristen itu bersatu padu dan bekerjasama dengan Iran untuk memusnahkan Daulah Turki Utsmani, Kesempatan ini digunakan oleh Paus untuk mengirim berbagaisurat ke Syah Abbas untuk mengukuhkan posisi orang Kristen di Iran, dan agar mereka selalu dihormati, diizinkan membangungereja dan melaksanakan peribadatan mereka.

Diantara surat Paus Paulus V ada yang berisi ucapan selamat atas kemenangan Syah Abbas mengalahkan orang-orang Uzbek yang sunni sambil terus mendorongnya untuk terus memerangi Turki Utsmani sambil menegaskan kesediaannya untuk mendorong bersatunya raja-raja nasrani si Eropa untuk bersama-sama menyerbu Turki Utsmani dari Arah barat sementara Syah Abbas menyerbu Turki Utsmani dari arah timur.

Paus juga berjanji untuk mengirimkan ahli-ahli militer dan persenjataannya dalam rangka memperkuat pasukan Iran. Syah abbas kemudian mendapatkan bantuan delegasi ahli militer inggris, yang melatih serta memodernkan angkatan pernag Iran, mereka juga menjadi superfisor dalam mendirikan pabrik-pabrik senjata di Isfahan, yang memungkinkannya untuk mengalahkan pasukan Turki Utsmani di Azar baijan, bahkan salah seorang delegasi Inggris, yaitu Robert Carles pernah menjadi panglima salah satu pasukan Iran dalam perang melawan pasukan Turki Utsmani pada tahun 1013-1014 H.

Baca juga tulisan kami;

Pencurian Hajar Aswad oleh kafir syiah rafidhah daulah Qaramithah ( Fakta 1)

Penghianatan Syiah Rafidhah meruntuhkan Kota Baghdad dan Daulah Abbasiyah (Fakta 2)

Silahkan Copas tulisan kami dengan menyebutkan sumber dan link kepada blok kami, Barokallohu fikum

Posted on Desember 10, 2012, in Syiah Musuh Islam and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.