Makna Perintah Bertasbih Dalam Al-Quran

Banyak ayat Al-Quran memerintahkan kita bertasbih. Diantaranya ayat pertama dalam surat Al-A’la, Allah berfirman:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”

Ayat ini sering dibaca dan diulang dalam banyak munasabat, seperti sholat iedul Fithri dan iedul Adhha, demikian pula setiap shalat jum’at dan juga shalat witir. Sehingga semakin penting bagi kita merenungkan makna yang terkandung dalam ayat-ayat dalam surat Al-A’la, salah satu surat-surat Makkiyyah yang agung ini

Dalam ayat ini Allah perintahkan kita utuk bertasbih, mensucikan nama Allah Ta’ala.

Ketahuilah, bahwasannya perintah bertasbih dalam ayat ini mengandung perintah untuk berdzikir kepada Allah. Mengingat Allah dengan menyebut-Nya baik dengan dzikir mutlak atau dzikir muqayyad. Seorang mengucapkan takbir, tahmid, takbir, tahlil, hauqalah dan semisalnya adalah bagian dari pelaksanaan ayat ini. Orang yang benar-benar mensucikan Allah pasti banyak menyebut-nyeut nama-NYa yang Maha agung.

Perintah mensucikan Allah juga mengandung perintah untuk memurnikan semua jenis ibadah hanya untuk Allah.  Seorang yang benar-benar melaksanakan ayat ini sungguh akan memurnikan setiap ibadahnya hanya untuk Allah, shalat, zakat, ruku’, sujud, menyembelih, berdoa, nadzardan ibadah-ibadah lainnya. Semua ia lakukan dengan ikhlas bersih dari riya dan dia jauhi segala bentuk kesyirikan.

Perintah mensucikan Allah dalam ayat inimengandung perintah untuk merendahkan diri, tunduk di hadapan kekuasaan Allah dan keagungan-Nya.

Tentunya tasbih yang dimaksud dalam ayat ini adalah tasbih yang sesuai dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya, bukan tasbih yang disangkakan kaum musyabbihah, muaththilah atau sekte-sekte lain yang menyimpang dalam maslah nama-nama dan shifat.

Termasuk dalam kandungan perintah mensucikan Allah adalah mengimani semua nama-nama Allah yang Husna (Maha indah) yakni Al-Asmaul Husna. Menetapkan semua nama-nama yang Allah tetapkan dalam Al-Quran dan Rasulullah sabdakan dalam hadits-hadits beliau yang shahih, dengan menetapkan makna dari nama-nama tersebut, tentunya makna yang sempurna bagi Allah Ta’ala.

Termasuk dalam kandungan perintah mensucikan Allah adalah mengimani segala perbuatan Allah sebagai perbuatan-perbuatan yang maha agung, maha suci dan penuh dengan kesempurnaan.

Diantara perbuatan Allah adalah apa yang disebut dalam ayat-ayat berikutnya dari surat Al-A’la. Alllahua’lam  (Lihat Tafsir As-Sa’dy tentang ayat ini)

Posted on Desember 10, 2012, in Tafsir Ayat and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.