Hak-Hak Para Ulama, Sudahkah Anda Tunaikan?

Abu Sulaiman Hammad Al-Ghazy, Lc

Ulama memiliki hak yang besar atas kita. Diantara hak-hak tersebut adalah menghormati dan mencintai mereka, karena kedudukan mereka yang tinggi di sisi Allah ta’ala.

Rasulullah saw mengabarkan bahwasannya ulama adalah pewaris nabi, mewarisi ilmu syareat. Di dalam Al-Qur’an Allah sebutkan ulama secara khusus bersama dengan diri-Nya dan malaikat-malaikat-Nya sebagai saksi-saksi Allah yang mempersaksikan kalimat tauhid –sebuah persaksian yang paling Agung. Allah berfirman:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم

Allah mempersaksikan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga mempersaksikan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ali Imran:18

Karena hak yang besar itulah, Ahlul hadits menjadikan mencintai para ulama sebagai tanda yang membedakan antara ahlus sunnah dan ahlul ahwa’ (pengikut hawa nafsu).

Diantara hak ulama adalah mendoakan kebaikan untuk mereka serta memohonkan rahmat dan ampunan atas mereka. Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. Al-Hasyr:10

Ulama memang kaum yang berhak untuk didoakan dan dimintakan ampun, bukan hanya dari kita, bahkan hewan pun mendoakan. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda:

الخلق كلهم يصلون على معلم الخير حتى حيتان البحر

Seluruh makhluk mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan, hingga ikan-ikan di laut. (Dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (4/467 no.1852)

Termasuk hak para ulama adalah mentauladani mereka menjadikannya sebagai referensi, tempat untuk bertanya dalam urusan agama terlebih dalam perkara-perkara nawazil dan perkara-perkara besar yang menyangkut kaum muslimin dan darah mereka. Sebagaimana hal ini Allah perintahkan dalam firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. An-Nahl: 43

Termasuk hak mereka adalah, mensikapi mereka dengan bimbingan syareat, menempatkan mereka dengan adil tidak Ghuluw (melampaui batas dalam menyanjung dan memulyakannya), tidak pula Jafa’ (meremehkan).

Baca juga Artikel: Wajib bertanya pada Ulama, Tapi Siapakah Ulama ?

Posted on Desember 20, 2012, in Aqidah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: