Daily Archives: Maret 19, 2013

Sejelek-jelek Manuaia adalah Pembunuhmu wahai Ali bin Abi Thalib

Abu Ismail Muhammad Rijal Isnain

Wafatnya khalifah ‘Utsman bin ‘Affan t bukan akhir dari musibah yang menimpa umat. Rantai fitnah terus bersambung menimpa umat sebagai ujian dari Allah, sebagaimana Rasulullah r kabarkan dalam sabdanya:

و إذا وقع عليهم السيف لم يرفع إلى يوم القيامة

Dan jika pedang telah dijatuhkan atas muslimin, pedang itu tidak akan diangkat hingga hari kiamat.[1]

 “Berita Ini terjadi seperti apa yang Rasul kabarkan, ketika khalifah Ar-Rasyid, Amirul Mukminin ‘Utsman t terbunuh, sejak saat itulah peperangan terus berlangsung ditengah kaum muslimin, dan akan berlanjut hingga hari kiamat –laa haula walaa quwata illa billah– …[2]

Setelah wafatnya ‘Ustman t, menjadi besarlah dua firqah sesat yang saling bertolak belakang, Khawarij dan Rafidhah. Rafidhah melampaui batas dalam mengagungkan Ali t dan ahlul bait hingga mengatakan bahwa Ali adalah pencipta dan sesembahan, sementara khawarij, mereka kafirkan khalifah, hingga darah beliau pun mereka halalkan.

Khawarij yang dulunya bermula dari pemikiran sebagaimana tampak dalam kisah Dzul Khuwaishiroh[3], kini muncul sebagai sebuah firqah sesat yang memiliki akar dan kekuatan.

Sekilas Biografi dan Keutamaan Ali Bin Abi Thalib t

Beliau adalah Ali bin Abi Thalib bin ‘Abdil Muthalib bin Hasyim Al-Qurasyi t, putera paman Rasulullah r. Sahabat yang termasuk sepuluh orang yang dijamin jannah ini lahir sebelum kerasulan, tercatat sebagai sahabat pertama yang masuk islam dimasa kecilnya.[4]

Tersohor sebagai sosok pemberani, hingga Rasulullah r menugaskannya tidur di rumah beliau saat hijrah ke Madinah, ditengah kepungan pemuda-pemuda Quraisy yang siap dengan pedang-pedang tajam yang terhunus.

Ramadhan, 2 Hijriyah beliau membawa panji perang Badr[5], peperangan dahsyat yang telah mengukir kejayaan Islam.  Janji Allahpun beliau raih bersama seluruh ahlu Badr, berupa jaminan ampunan-Nya. Allah berfirman tentang Ahlu Badr :

اعملوا ما شئتم فقد وجبت لكم الجنة

“Berbuatlah sekehendak kalian, sungguh telah pasti atas kalian Al-Jannah.”[6]

7 Hijriyah, Rasulullah r kembali memberi kepercayaan kepadanya memegang bendera perang Khaibar. Dalamperang itu Ali mendapat jaminan bahwa Allah dan Rasul-Nya r telah mencintainya. Malam hari sebelum perang Rasul r bersabda:

لأعطين الراية غدا رجلا يحب الله و رسوله و يحبه الله و رسوله , يفتح الله على يديه

“Sungguh aku akan berikan esok hari bendera perang pada seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah serta Rasul-Nya mencintainya, dengan tangannya Allah bukakan kemenangan.”[7]

Ali bin Abi Thalib t adalah sosok yang masyhur dalam kefasihan dan ketajaman bicara, hingga Rasulullah r mempercayainya untuk menyampaikan ayat-ayat dari awal surat At-Bara`ah (At-Taubah) kepada orang-orang kafir Quraisy di musim haji tahun  9  H[8]

Ali bin Abi Thalib menyertai Rasulullah r dalam semua peperangan, kecuali perang Tabuk, beliau tidak mengikutinya karena Rasulullah r memberi kepercayaan mengganti posisi Rasulullah r di Madinah, satu amanah yang besar tentunya. Sempat beliau bersedih karena tidak bisa menyertai Rasul r dalam perang tersebut, namun sekali lagi justru Rasul r memberikan berita yang menyejukkan, sabda yang menunjukkan keutamaan beliau. Rasul r berkata:  “Engkau denganku seperti kedudukan Harun dari Musa, hanya saja tidak ada nabi sesudahku.”[9]

Cukuplah sebagian berita di atas sebagai hujjah yang menggambarkan keutamaan beliau di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Profil Pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib r.

Pernahkah terbayang bahwa sahabat semulia beliau dan orang yang sangat dekat darahnya dengan Rasulullah r akan dibunuh oleh seorang yang dzahirnya ahli ibadah?

Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, bukan orang jalanan yang terkenal peminum khamr, penzina atau seorang fasik. Bukan ! Justru orang akan heran ketika mendengar bahwa Ibnu Muljam adalah seorang ahli ibadah, ahli shalat, shoum dan penghafal Al-Quran.

Akan tetapi demi Allah!, kecerdasan dan semangat ibadahnya tidak disertai dengan kesucian jiwa. Dia tenggelam dalam fitnah khawarij.

Khawarij memiliki sekian sifat sebagaimana Rasulullah r sabdakan, yang seluruhnya ada pada diri Ibnu Muljam. Diantaranya mereka adalah kaum yang banyak membaca Al-Quran tetapi tidak memahami apa yang dibaca, bahkan memahami dengan pemahaman yang menyimpang dari kebenaran, bacaannya hanya sekedar melewati kerongkongan. Di antara sifat khawarij mereka biarkan para penyembah berhala dan mengkafirkan serta memerangi ahlul islam, cukuplah sebagai bukti mereka perangi para shahabat generasi terbaik dari ummat ini.

 

Rencana Pembunuhan Ali bin Abi Thalib t Read the rest of this entry