Benarkah kisah Wali Sanga ?? Diskusi Tentang Keberadaan dan Kebenaran Kisah-kisah Mereka

Legenda Walisanga demikian terkenal di tanah Jawa. Namun ada sebuah perkara yang sangat penting untuk kita telaah, ternyata semua kisah tentang wali sanga tidak memiliki kejelasan dan bukti ilmiyah yang bisa diterima.

Jangan anda tergesa menuduh penulis dengan tuduhan yang bukan-bukan. Tidak lain tulisan ini mengajak untuk kita merenung dan jika  mungkin berbagi faedah dengan keikhlasan, ketenangan dan mengharapkan pahala Allah. Sungguh seorang muslim mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana dia suka kebaikan itu untuk dirinya.

Saudaraku yang aku cintai fillah, Allah subhanahu wata’la memerintahkan agar kita memiliki sikap tatsabbut “teliti” dalam menerima berita, terlebih berita yang dijadikan sandaran untuk berkeyakinan dan beribadah. Dalam surat Al-Hujurat Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Al-Hujurat: 6

Berdasarkan ayat ini dan juga dalil-dalil lain dari Al-Kitab dan As-Sunnah, para ulama Islam dari kalangan shahabat, tabi’in, at-baut tabi’in termasuk ulama sesudahnya semisal Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Al Bukhari, Imam Muslim dan seterusnya terus meneliti semua berita yang disandarkan kepada Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam. Bahkan riwayat-riwayat shahabat, tabi’in dan sesudahnya dinukilkan dengan menyebutkan sanad, rantai perawi.

Dengan cara meneliti orang-orang yang menukilkan berita itulah kemudian diketahui benar tidaknya sebuah berita dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, Tersaringlah antara hadits yang shahih dengan hadits yang palsu. [Sebagian contoh kerja keras ulama dalam meneliti berita dapat dilihat dalam tulisan dalam blog ini tentang hadits-hadits Palsu seputar keutamaan Al-Quran].

Para ulama Ahlus sunnah ketika mendengar nukilan berita tentang Rasulullah, atau shahabat atau tabi’in seandainya dalam sanad (rangkaian perawi) ada yang terputus, atau ada seorang yang lemah hafalannya, atau seorang yang tertudukh pendusta atau memang seorang pendusta berita tersebut ditolak dan menyatakannya sebagai berita Dhaif (lemah), bahkan mungkin ada yang divonis dusta karena ada pendusta dalam rangkaian sanadnya.

Allahuakbar !! Allah telah jaga agama ini, diantaranya dengan dinukilkannya berita melalui orang-orang yang adil lagi terpercaya. Demikianlah seharusnya seorang bersikap terhadp berita.

Kembali kepada diskusi kita, cerita-cerita wali sanga banyak memuat muatan sampai perkara-perkara mistik pun tak luput disebutkan.

Adakah diantara mereka yang bercerita, menghikayatkan kisah walisanga mampu menyebutkan sanad yakni sumber berita yang terpercaya untuk kita cek kebenaran beritanya ??? Ataukah berita tersebut berita tanpa sanad, katanya dan katanya.

Apabila ternyata berita itu tidak memiliki sumber berita yang jelas lalu apa bedanya berita walisongo dengan legenda Malinkundang? demikian pula kisah terjadinya gunung tangkuban perahu?

Sangat menyedihkan seandainya kisah-kisah wali dibaca dan diyakini ? Dikisahkan bahwa sunan kali jaga bisa menghidupkan anak yang telah mati ? Sunan Bonang punya ilmu olah kanuragan dan semisalnya?

Disamping tidak memiliki sandaran berita yang jelas dan kuat, ada sisi lain yang menunjukkan ketidak ilmiyahan berita walisanga. Kisah walisanga ternyata memiliki beberapa versi dan penafsiran. Berita yang tidak jelas ini salah satu ciri-ciri berita dha’if (lemah), atau palsu  (dusta).

Sebelum kita melanjutkan pembicaraan. Adakah diantara pembaca atau penulis artikel wali Sanga mendatangkan bukti-bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah ? Agar nantinya bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. ??

Atau kisah-kisah yang penuh misteri dan mistik itu dibiarkan dan diyakini? siapkah kita menanggung dosa atas penyimpangan keyakinan dengan sebab kisah-kisah tersebut??

About salafartikel

bismillah

Posted on Agustus 20, 2013, in Aqidah and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. maaf saya harus koment. mnururt saya kisah wali songo tidak beda jauh dg kisah para nabi… adakah bukti otentik misalkan foto atau vidio??? tdk ada..
    bukti otentik seperti apa yg sekiranya bs menjelaskan keberadaan para wali songo?? atau para nabi?? kita hanya perlu mengimani kalo mereka adalah utusan-Nya. ingin tau lebih dalam lagi?? kunjungi makamnya cari tahu ceritanya kemudian baru cari bukti2nya..

  2. jazakumullohukhoiron. Akhi… kisah para nabi dan wali songo jelas berbeda. Kisah para nabi buktinya adalah Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih, Tidak ada bukti yang lebih otentik dari firman Allah yang selalu terjaga hingga hari kiamat. Oleh karena itu kisah para nabi bukanlah dongeng, namun sebuah kepastian yang diyakini seluruh kaum muslimin bahkan mungkin non muslim di seluruh penjuru dunia. Adapun wali songo, betapa banyak kisah-kisah mereka adalah khurafat, tidak ada sanad (bukti penyendaran berita) yang ilmiyah. Kisah-kisah mereka benar-benar aneh dan menyelisishi Al-Kitab dan As-Sunnah. Allahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: