Sebab Keamanan Dan Ketakutan

Ketaatan kepada Allah adalah sebab seorang mendapatkan keamanan, kelapangan dan ketentraman di negeri dunia, negeri barzakh dan negeri akhirat. Sebaliknya kemaksiatan kepada Allah adalah sebab segala ketakutan, kesempitan di dunia dan akhirat. Semakin seorang taat kepada Allah semakin sempurna keamanan yang dia peroleh, sebaliknya semakin jauh dari ketaatan sejauh itu pula dia mendapatkan ketakutan dan kesempitanBanyak dalil menunjukkan hal ini.

Allah berfirman tentang wali-wali-Nya dalam surat Yunus.

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adal ah kemenangan yang besar. QS. Yunus: 62-64

Ayat ini adalah nas bahwa wali-wali Allah yaitu mereka yang beriman kepada Allah, dan bertaqwa kepada-Nya, mentauhidkan Allah dan menjauhkan dirinya dari kesyirikan mereka mendapatkan keamanan di dunia dan di akherat.

Dari ayat ini pula difahami bahwa selain wali-wali Allah mendapatkan ketakutan dalam kehidupannya di dunia dan di akherat.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

نُصِرتُ بالرعب مسيرة شهر

Dan aku ditolong oleh Allah dengan rasa takut yang ditimpakan kepada musuh-musuh Allah sejauh satu bulan perjalanan. Muttafaqun’alaihi

Perhatikan keadaan orang-orang yang berpaling dari Allah, dari syareat-NYa:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”. Thaha: 124-126

Maka orang yang berakal adalah mereka yang bersegera memanfaatkan sisa umurnya untuk mentaati Allah dengan mentauhidkan-Nya, memurnikan segala ibadah hanya untuk Allah dan eninggalkajnsegala bentuk kesyirikan, menunaikan shalat, zakat, shiyam, haji dan kewajiban lainnya serta menghidupkan umurnya dengan memperbanyak sunnah.

About salafartikel

bismillah

Posted on September 1, 2013, in Khutbah Jumat Abu Ismail. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: