Dzikir Setelah Shalat Sunnah ? Simpan Foto Di Album ?

Soal 1:

Bismillah.. Afwan ustadz ana mau bertanya, apakah dituntunkan melakukan dzikir setelah sholat sunnah seperti dzikir setelah sholat wajib?

Dzikir-dzikir tersebut hanya disyareatkan seusai shalat fardhu, sebagaimana dzahir (lahiriah) hadits-hadits Rasulullah saw semisal sabda beliau:

من قرا اية الكرسي دبر كل صلأة مكتوبه لم يمنعه من دخول الجنه الأ ان يموت

“Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, tidak ada yang menghalangi dari masuk ke dalam jannah kecuali kematian.”Allahua’lam

 

Soal 2:

Bismillah, afwan ustadz Bolehkah seorang anak keluar rumah (safar) dalam rangka menuntut ilmu, tanpa sepengetahuan orang tua, sukron ustadz ?

Rasulullah saw bersabda, “Keridhoan Allah pada keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kermurkaan kedua orang tua.”

Alangkah indahnya ketika anda safar menuntut ilmu -yang biasanya menempuh waktu cukup lama- dalam keridhoan orang tua. Sampaikan dengan penuh kelembuatan dan hikmah kepada kedua orang tua niatan baik anda untuk safar menuntut ilmu syareat, insyaallah keduanya akan memberikan banyak nasehat, bimbingan dan juga doa yang mustajab biidznillah.Terlebih ketika anda dapatkan kedua orang tua dalam keadaan telah lanjut dan membutuhkan banyak bantuan, dan keberadaan anda disisi keduanya sangat diharapkan.

Dalam hadits Abdullah bin Amr dikisahkan, datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw berkata: “Wahai Rasulullah saw aku berbaiat kepadamu untuk hijrah dan jihad mengharapkan pahala disisi Allah.” Rasulullah saw bersabda: “Apakah engkau masih memiliki salah satu dari kedua orang tuamu ?”  Dia jawab: “Iya, bahkan keduanya masih hidup.” Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda: “Benarkah engkau mengharap pahala disisi Allah ?”  Dia berkata: Iya. Rasul bersabda: “Pergaulilah keduanya dengan baik.” Demikian dalam riwayat Imam Muslim.

Dalam sebagian riwayat dalam Shahihain dikatakan: Datang seorang kepada Rasulullah saw meminta izin untuk berjihad, beliau bersabda: Masih hidupkah kedua orang tuamu ? Katanya: Iya, Rasulullah saw kemudian bersabda: “(Berbakti) kepada keduanya hendaknya engkau berjihad.”

Soal 3:

Bismillah. Assalamu’alaikum, saya mau bertanya, bagaimana hukumnya menggunting rambut dan memotong kuku bagi wanita yang sedang berhadas besar?

Memotong kuku demikian pula membersihkan rambut  di sekitar kemaluan atau mencabut bulu ketiak termasuk sunah-sunah fitrah,  sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih dari Rasulullah saw.

Syareat ini berlaku umum bagi laki-laki atau wanita dalam segala keadaan baik suci atau berhadats.

Kecuali jika seorang dalam keadaan ihram (haji atau umrah), dalam keadaan ihram dilarang –baik lelaki atau wanita, suci atau berhadats – dengan sengaja menggunting kuku atau mencukur rambut.

Walhasil,  seorang wanita dalam keadaan haidh, nifas atau hadats besar lain, tidak ada halangan untuk melaksanakan sunah fitrah ini, tidak ada dalil yang melarang. Silahkan menggunting kuku atau membersihkan rambut walaupun masih dalam keadaan haidh, nifas atau janabah.

Perlu diingatkan adanya anggapan atau keyakinan sebagian orang bahwa wanita haidh atau nifas tidak boleh menggunting kuku atau rambutnya selama haidh, dan jika dia lakukan, kuku dan rambut yang telah diambil harus dikumpulkan untuk dimandikan (dicuci) bersama saat mandi besar (mandi janabah). Anggapan ini keliru, tidak dilandasi dalil.Wa billahittaufiq.

Soal 4:

Bismillah, al’afwu ana mau tanya bagaimana yg shrusnya dlkukan s’org apbla ia sring mlkukn swtu kmksiatn akn ttp stiap kali ia mndngar nseht ia mnysali prbwtnny dan ingn mnngglkn kmksiatn tsb ttp jk wktu tlh brlnjut trkdng hwa nfsu sll m’ajak pd kmksiatn trsbt,seakn-akn ia sulit tuk mnngglknnya..atas jwbnny ana ucpkn jazakalloh ahsanal jaza’ wa barokallohu fiikum.

Bersyukurlah kepada Allah ketika seorang masih bisa menyesali dosa yang diperbuat. Bersyukurlah kepada Allah ketika jiwa masih bisa bersedih saat mendengar peringatan, semoga ini tanda kebaikan.

Manusia memang lemah sementara godaan syaiton beserta hawa nafsu selalu mengintai anak adam, mengajak kepada perbuatan buruk. Oleh karenanya tidak heran manusia sering terjatuh dalam kemaksiatan.

Bagaimana agar seseorang dimudahkan meninggalkan kemaksiatan dan apa obat  bagi kita yang seakan berat meninggalkan kemaksiatan ?

  1. Banyak berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan melakukan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan dan banyak berlindung dari syaiton. Diantara doa Rasulullah saw:

اللهم إني أسألك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين وإذا أردت بعبادك فتنة فاقبضني إليك غير مفتون

“Ya Allah Aku memohon kepadamu agar bisa berbuat kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran..”

  1. 2.      Perbanyaklah sebab-sebab yang membantu anda meninggalkan kemaksiatan, diantaranya memperbanyak ibadah seperti shalat dan puasa serta banyaklah menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat baik dalam urusan agama atau dunia. Allah berfirman tentang shalat:

وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” Al-Ankabut: 45

Tentang ibadah puasa Rasulullah bersabda: “Fainnahu lahu wija’ (Sesungguhnya puasa adalah benteng baginya) yakni benteng dari kemaksiatan dan benteng dari neraka.

  1. Banyaklah bermajelis dengan orang-orang saleh yang selalu mengingatkan antum kepada kebaikan, termasuk majelis-majelis ilmu yang dihadiri malaikat-malaikat Allah, diturunkan ketenangan padanya dan  diliputi rahmat Allah Ta’ala.
  2. Banyaklah mengingat kematian, dengan banyak mengingat kematian akan mudah bagi seseorang untuk meninggalkan kemaksiatan, bertaubat dan bersegera memperbanyak bekal berupa amalan saleh.
  3. Apabila anda terjerumus kembali dalam kemaksiatan, janganlah ikuti bisikan syaiton untuk berputus asa dari rahmat Allah. Terus dan segeralah bertaubat, jangan berputus asa, jangan berhenti dari upaya untuk bertaubat dan memperbaiki diri meskipun dosa berulang. Semoga Allah menutup hidup kita dalam kebaikan dalam keadaan bertaubat kepada Allah.Wallahul musta’an.

Soal 5:

 

Bismillaah…afwan ustadz, majlis tafsir Al-Quran (MTA), apa salafy?

MTA bukan ahlus sunnah wal jamaah, mereka bukan salafy. Ahlus sunnah wal jamaah (salafy) adalah orang-orang yang mengagungkan sunnah Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam sementara MTA, betapa banyak pengingkaran mereka terhadap hadits-hadits Rasulullah saw. Sebagaimana MTA juga banyak menyimpang dalam pokok-pokok keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Diantara penyimpangan MTA dalam masalah aqidah, mereka mengingkari ru`yatullah (melihat Allah di akherat bagi kaum mukminin) padahal hadits-hadits tentang melihat Allah mencapai derajat mutawatir, lebih dari tigapuluh shahabat meriwayatkannya. Shahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim berkata:

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ

Ketika kami sedang bermajelis bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba beliau memandang bulan purnama, seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dapat melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, dan kalian tidak berdesak-desakkan ketika melihat-Nya.

Diatas keyakinan inilah seluruh para shahabat, tabi’in, atbaut-tabi’in dan seluruh imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah seperti Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Al Bukhari, Al-Auza’I dan ulama ahlus sunnah seluruhnya.

Dalam menafsirkan Al-Quran pun MTA tidak menggunakan metode ahlus sunnah wal jamaah dalam tafsir, tidak dibekali ilmu hadits, tidak dibekali pemahaman ahlus sunnah dalam tafsir, mereka lebih mengedepankan akal.

Mereka juga memiliki bai’at bid’ah, diatas baiat itu mereka membangun Al-Wala wal Baro’. Wal hasil, jalan mereka menyelisihi jalan ahlus sunnah wal jama’ah. Dan penyimpangan-penyimpangan lain yang telah menyimpang dari jalan Ahlus sunnah wal jama’ah, Allahul musta’an.

Soal 6:

Bagaimana hukumnya foto yg dsimpan dlm album foto ? Jazakumullahu khairan

Tidak boleh menyimpan foto kecuali untuk perkara yang darurat seperti foto dalam paspor, kartu kependudukan, ijazah atau yang semisalnya.

Adapun menyimpan foto di dalam album dengan tujuan kenang-kenangan atau semisalnya hal ini tidak diperbolehkan. Semoga Allah memudahkan kita menjaga batasan-batasan Allah. Allahua’lam.

About salafartikel

bismillah

Posted on September 9, 2013, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: