Kurban Kerbau (kebo)

Soal:

Bolehkan berkurban dengan kerbau sebagaimana banyak dilakukan di beberapa tempat di indonesia?

Jawab:

Hewan qurban telah ditetapkan jenisnya  oleh Allah dan Rasul-Nya . Qurban tidak boleh melainkan dari Bahiimatul An’aam (hewan ternak). Allah ta’ala berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (QS. Al Hajj: 34).

Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu onta, sapi, atau kambing. Sebagian ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya qurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’ III/409).

Lalu bagaimana dengan kerbau, bolehkah berkurban dengannya?

Para ulama’ menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hokum, seperti zakat, dan menilai keduanya sebagai satu jenis (Mausu’ah Fiqhiyah Quwaithiyah 2/2975). Ada beberapa ulama yang secara tegas membolehkan berqurban dengan kerbau. Baik dari kalangan Syafi’iyah (lihat: Hasyiyah Al Bajirami) maupun dari madzhab Hanafiyah (lihat: Al ‘Inayah Syarh Hidayah 14/192 dan Fathul Qodir 22/106). Mereka menganggap keduanya satu jenis. Allahua’lam.

About salafartikel

bismillah

Posted on Oktober 8, 2013, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: