DOA SEORANG IBU; kisah tawanan romawi, belenggu yang terbuka

Abu Ismail Muhammad Rijal

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah mengisahkan satu kisah yang juga menunjukkan betapa mustajab doa seorang ibu untuk anaknya.

Abdurrahman bin Ahmad berkata, bapakku bercerita: Suatu hari seorang wanita datang menemui Al-Imam Al-Hafidz Baqiy bin Makhlad. Ia berkata: “Putraku ditawan Romawi, sementara aku tidak memiliki harta kecuali sedikit yang aku tidak mungkin aku menjualnya, seandainya engkau bisa tunjukkanlah aku kepada seorang yang mampu menebus anakku, sungguh seakan aku tidak lagi mengenal siang, malam, tidak pula aku mengenal tidur dan ketenangan.!”

Baqiy bin Makhlad: “Kembalilah ibu, biarkan aku memikirkan urusan ini insyaallah.! Terlihat Syaikh menundukkan pandangan dan menggerakkan kedua bibirnya, berdoa kepada Allah –tentu saja mengiringi doa sang ibu untuk putranya.

Waktu pun berjalan.

Hingga suatu saat datanglah wanita tersebut, bersama sang putra, untuk menjumpai syaikh.

Berkata wanita itu: “Putraku telah kembali selamat, dan dia punya sebuah kisah yang akan ia ceritakan padamu.”

Berkata sang pemuda: “Aku diperbudak oleh sebagian penguasa Romawi bersama tawanan-tawanan lain.” Setiap hari kami selalu dikeluarkan menuju sahara digiring oleh seseorang dalam keadaan kaki-kaki kami terbelenggu, untuk kerja rodi.”

Hingga suatu saat  ketika kami kembali di waktu maghrib setelah bekerja, dengan sangat mengherankan terbukalah belenggu di kakiku hingga jatuh ke tanah. Penjaga segera bangkit ke arahku berseru dengan keheranan : “Kau telah patahkan belenggu besi ini ?”

Tidak, ia terlepas begitu saja dan jatuh dari kakiku ! jawabku.

Ia hanya terheran lalu mengabarkan kawan-kawannya. Hingga didatangkanlah ahli besi, ia belenggu kembali kakiku dengan kokoh.!

Ketika kuayunkan kakiku beberapa langkah, kembali belenggu besi terlepas dan jatuh dari kakiku.

Mereka benar-benar heran, Dipanggilah ahli-ahli ibadah nasrani mendekatiku mereka bertanya: Apakah kamu masih memiliki seorang ibu ? Aku Jawab: Iya. Mereka menjawab: Sungguh doa ibumu diijabahi, Allah telah membebaskanmu dan kami tidak ada kekuasaan untuk tetap menahanmu.

Mereka lalu melepasku didekat perbatasan wilayah muslimin…

About salafartikel

bismillah

Posted on Maret 6, 2014, in Kisah dan Ibroh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: