SYIAH DIPERBOLEHKAN KE MEKAH ?

Tanya:

Ustadz, Seorang syiah berkata kepada saya bahwa syiah bukan aliran sesat. Buktinya orang-orang syiah diperbolehkan memasuki haromain, Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji dan ziarah masjid nabawi. Perbedaan kami orang syiah dan kalian Sunni juga bukan perbedaan prinsipal.

Jawab:

Diperbolehkannya syiah ke Makkah bukanlah bukti kebenaran syiah. Ketahuilah bahwa kota suci tidak mensucikan penghuninya, bukankah Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Thalib tinggal di tanah haram Mekah, namun mereka musyrikin, kafir dan kekal dalam neraka.

Dibolehkannya Syiah memasuki wilayah Makah dan Madinah dianalogikan dengan keberadaan kaum munafikin dizaman Rasulullah shallallohu’alaihi wasalam. Rasulullah saw mengerti nama-nama munafik sebagaimana Allah wahyukan, seperti Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin munafikin dii masa Rasulullah. Beliau tahu kekafirannya namun beliau biarkan beribadah dibelakang beliau bahkan jihad bersama Rasulullah karena sepintas menampakkan keislaman. Seperti itulah Syiah Allahua’lam.

Adapun pernyataan syi’i bahwa perbedaan ahlus sunnah dan syiah bukan perkara yang pokok (prinsip). maka ini kedustaan. Coba kita perhatikan, mereka mencela para shahabat bahkan mereka cela Aisyah dengan tuduhan berzina.  Sungguh ini diantara masalah pokok dimana para ulama sepakat kafirnya orang yang mengatakan Aisyah berzina. Allahulmusta’an

About salafartikel

bismillah

Posted on Maret 16, 2014, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.