GUNUNG SLAMET SIAP MELEDAK : Masyarakat harus segera Bertaubat Dari Kesyirikan

Sungguh menyedihkan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Dipermainkan Yahudi, Nasrani, Paranormal, dukun dan semisal mereka.

Teringat Isu Kiamat 9 bulan 9 tahun 1999 jam 9, sempat sebagian pasar di belahan bumi pertiwi absen dari keramaian. Demikian pula isu hari kiamat 2012 banya kaum muslimin terombang-ambing dan dirusak aqidah mereka, mengingkari Al-Quran dan as-Sunnah.

Maret 2014, sejarah kebobrokan masyarakat Indonesia tampak kembali…

Masyarakat sekitar gunung Slamet diminta melakukan acara ritual membuat sayur buah papaya. Dilodeh, ditumis atau semisalnya. Konon hal itu akan menolak bala.

Na’udzubillah, demikian kesyirikan jika telah mendarah daging. Ucapan para normal, juru kunci gunung, dukun dan orang jalana lebih diterima. Namun firman Allah dan sabda Rasulullah saw tidak diabaikan.

Wahai penduduk bumi pertiwi, siapkah kalian berhadapan dengan Allah Ta’ala yang telah membalikkan kaum nabi Luth, dan telah menenggelamkan Qarun beserta hartanya ? Siapa yang akan menyelamatkan mereka jika Allah telah berkehendak membinasakan mereka.

Segeralah kembali kepada Allah dengan memurnikan doa dan ibadah untuk Allah.

Pertanyaan

Disebagian desa di kaki gunung Slamet di wilayah kecamatan cilongok, Banyumas demikian pula di beberapa desa di leteng gunung Slamet kabupaten purbalingga seperti dikomando membuat sayur buah papaya (jawa: jangan gandul ) dengan lauk telur atau ikan asin. Mereka maksudkan untuk tolak bala’ agar gunung Slamet tetap tenang. Acara ritual tersebut semakin merebak dengan tersebarnya SMS yang mengajak masyarakat melakukannya. Benarkah ritual tersebut?

Jawab:

Innalillahi wa inna Ilaihi Raji’un.  Ritual yang dilakukan masyarakat ini termasuk bentuk kesyirikan yang Allah murkai.

Sejenak mari kita berfikir: Apa hubungan antara meletusnya gunung Slamet dengan sayur buah papaya? Adakah dalil syareat baik dari Al-Quran dan As-Sunnah yang menunjukkan hal ini? Adakah Rasulullah dan para shahabat melakukan hal ini di kala musibah?

 Hanya orang yang tidak berakal sajalah yang mengaitkan keselamatan dengan sayur buah papaya. Sebagaimana seorang mengaitkan jimat (seperti cincin keris atau semisalnya) dengan lapangnya rejeki dan larisnya dagangan.

Seandainya mereka yang membuat sayur buah papaya hanya meyakini sayur tersebut sebagi sebab (jawa: lantaran) dan tetap meyakini Allah sebagai penyelamat mereka maka perbuatan tersebut termasuk Syirik Kecil (maksudnya kecil: tidak mengeluarkan dari islam). Namun demikian Syirik kecil lebih besar di sisi Allah dosanya dari membunuh, berzina, minum Arak, judi dan dosa besar lainnya.

Kemudian perlu diketahui bahwasannya setiap syirik kecil bisa berpindah menjadi syirik besar dan mengeluarkan seseorang dari islam, jika ketawakalan benar-benar tertuju kepada sayur buah papaya dan meyakini bahwa sayur itulah yang menyelamatkan. Karena pada hakekatnya dia telah menetapkan adanya pengatur alam selain Allah subhanahu wata’ala.

Sungguh menyedihkan fenomena masyarakat di negeri ini. Allah timpakan sebagian musibah agar manusia bertaubat kepada Allah, segera kembali beribadah kepada Allah dan meninggalkan kesyirikan, namun justru banyak manusia terjatuh kepada kesyirikan. Allahul musta’an.

About salafartikel

bismillah

Posted on Maret 17, 2014, in Aqidah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: