BOLEHKAH TIDAK BERPUASA KARENA MABOK KENDARAAN ?

Tanya:

Ada orang yang enggak puasa karena mabok apakah betul alasan demikian?

 

Jawab:

Wabillahittaufiq, saya tidak memahami dengan jelas pertanyaan ini, namun jika yang anda maksud dengan mabuk adalah mabuk kendaraan dalam safar, maka telah dimaklumi bahwa orang-orang yang safar termasuk diantara golongan yang mendapatkan rukhshoh (keringanan) untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian dia mengqodho’ (mengganti) di hari lain sebagaimana ditunjukkan firman Allah ta’ala:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“… Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” Al-Baqarah: 185

Hanya saja perlu anda perhatikan, dan anda pastikan apakah perjalanan yang menyebabkan anda mabuk kendaraan telah mencapai jarak safar atau belum ?

Jika perjalanan tersebut telah mencapai jarak safar maka berlakulah hukum-hukum safar seperti qashar dalam shalat rubaiyyah dan juga rukhshoh meninggalkan puasa, baik anda mabok kendaraan atau tidak.

Adapun jika perjalanan yang anda tempuh bukan termasuk safar tidak boleh bagi anda meninggalkan puasa hanya karena mabuk kendaraan atau kekawatiran mabok kendaraan, kecuali jika mabok perjalanan tersebut mengakibatkan sakit –bukan sekedar sakit ringan– maka ketika itu diperbolehkan berbuka karena sakit. Allahua’lam.

About salafartikel

bismillah

Posted on Juli 8, 2014, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: