Wanita Haidh Mungkinkah Memperoleh Lailatul Qadar

Wanita Haidh Mungkinkah Memperoleh Lailatul Qadar

 

Soal:

Bismillah, Mau bertanya. Ibadah apa yang bisa di lakukan oleh wanita haid/nifas pada malam2 di bulan romadhon, terutama pada sepuluh malam terakhir? Apakah wanita haid yang tidak berpuasa juga bisa berjumpa dengan malam lailatul qodar?

 

Jawab:

Lailatul Qadar adalah malam yang pasti akan turun di setiap tahunnya, di bulan Ramadhon di sepuluh hari terakhir.

Setiap orang yang hidup di bulan Ramadhan pasti akan melewati malam Qadar tersebut. Namun masalahnya siapakah mereka yang beruntung dengan malam ini ? Orang yang beruntung adalah mereka yang menegakkan lailatul Qadr dengan Iman dan ihtisab sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw:

“Barangsiapa menegakkan malam Qadar dengan iman dan ihtisab Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Itulah yang dilakukan Rasulullah saw, jika telah masuk sepuluh hari terakhir beliau hidupkan malam-malamnya dengan shalat, membaca Al-Quran, bahkan Malaikat Jibril mengunjungi Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam untuk mempelajari Al-Quran. Demikian pula beliau hidupkan malam qadar dengan doa dan dzikir. Tidak lupa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam juga bangunkan istri-istrinya.

Ketahuilah bahwa wanita nifas atau haidh pun akan mendapatkan malam Qadar jika menghidupkan malam Qadar dengan iman dan ihtisab. Kesucian dari haidh dan nifas tidak menghalangi seorang wanita mendapatkan kemuliaan malam Qadar. Demikian pula puasa bukanlah syarat seorang wanita mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

Hidupkanlah malam-malam ramadhan dengan melakukan semua amalan yang diperbolehkan bagi wanita haidh, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, dan memperbanyak doa termasuk Doa yang diajarkan Rasulullah ketika Aisyah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Doa tersebut umum bagi ummat Rasulullah shallalohu’alaihi wasallah, umum pula bagi wanita yang haidh atau tidak. Allahua’lam bishshawab.

Semoga Allah mudahkan kita semua menghidupkan malam Qadar dan mendapatkan barokah dari Allah subhanahi wata’ala.

About salafartikel

bismillah

Posted on Juli 8, 2014, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: