Perpustakaan di Madinah dan Percetakan Terbesar di Dunia

Naskah-naskah Tua di Dunia Arab

Di sekitar kota Madinah, terdapat sekurang-kurangnya 28 perpustakaan. Belum termasuk perpustakaan yang ada di Makkah, Riyadh dan kota-kota lain. Lebih dari 150 tahun yang silam, di kota suci Madinah, Arab Saudi, sudah terdapat sebuah perpustakaan yang bernama Perpustakaan Syaikhul Islam Arif Hikmat.
Perpustakaan tua ini didirikan pada tahun 1270 H atau tahun 1847, dan saat ini terdapat ribuan judul buku di sini disamping 4.718 buku manuskrip. Letak perpustakaan ini di seberang Masjid Nabawi. Diantara buku-buku yang dapat dibaca oleh masyarakat umum terdapat buku-buku langka yang sudah sangat tua dan amat berharga. Buku-buku diperpustakaan ini adalah sumbangan dan waqaf dari Syaikhul Islam Arif Hikmat yang sudah didaftarkan di Pengadilan Agama Madinah dan Mahkamah Syariah di Istambul.
Selain Perpustakaan Syaikhul Islam Arif Hikmat, juga terdapat perpustakaan tua yang dibangun pada tahun 1272 H atau tahun 1850 Masehi, bernama Perpustakaan Al Mahmudiyyah yang terletak di bagian barat Mesjid Nabawi tepatnya di Bab (Pintu) Ash Shiddiq.
Di perpustakaan ini tersimpan naskah-naskah tua maupun buku- yang berjumlah 3.072 buku cetak dan 4.718 buku manuskrip. Buku-buku ini waqaf dari Sultan Mahmud dan terdaftar di Pengadilan Agama Madinah dan Mahkamah Syariat di Istambul.
Di perpustakaan ini dapat dijumpai kaligrafi bertuliskan Basmallah yang merupakan kaligrafi Arab dalam suatu bingkai besar dengan model tulisan Tsuluts yang indah yang ditulis oleh Sultan Mahmud sendiri dan ia adalah seorang penulis kaligrafi yang mahir. Perpustakaan Masjid Nabawi didirikan oleh Pemerintah Arab Saudi pada tahun 1359 H atau tahun 1939 M, dibawah pengawasan Departemen Urusan Islam, Waqaf, Da’wah dan Bimbingan Agama di Arab Saudi. Lokasi perpustakaan ini juga terletak disekitar Masjid Nabawi, namun di bagian utara. Terdapat 5.363 buku diperpustakaan ini, terdiri dari 4.809 buku cetak dan 554 buku manuskrip.
Perpustakaan Umum Madinah Munawwarah
Arab Saudi adalah sebuah negara dengan sistim pemerintahan kerajaan atau Monarki yang didasarkan pada syariat Islam yang dipimpin oleh seorang raja. Jumlah penduduknya sekitar 20 jutaan dengan ibukotanya adalah Riyadh yang berpenduduk 1,3 juta jiwa. Agama yang dianut adalah 100% Islam dan hampir tidak ditemukan buta aksara di negeri ini. Karena itulah minat baca masyarakat Arab sangat tinggi. Kepadatan penduduk 21 jiwa permil dan pertambahan penduduk tidak terlalu tinggi, yakni 2,8% pertahun. Bahasa nasionalnya adalah bahasa Arab, maka tidak mengherankan bila buku-buku yang terdapat diberbagai perpustakaan yang ada di negara ini pada umumnya adalah buku-buku yang ditulis dalam aksara dan bahasa Arab. Pendapatan per kapita cukup tinggi, yakni US $ 10.600 dan G.N.P. US $ 98,1 milyar.
Pemerintah Arab Saudi pada tahun 1380 H atau 1960 mendirikan sebuah perpustakaan Umum yang diberi nama Perpustakaan Umum Madinah Munawwarah, yang terletak di di sebelah selatan Masjid Nabawi di seberang jalan raya, (berseberangan dengan Masjid Nabawi). Buku yang tersimpan di perpustakaan ini sekitar 15.000 judul. Jafar Faqih yang pernah memimpin perpustakaan ini mampu menggabungkan 13 perpustakaan yang ada di Madinah dan perpustakaan ini menerima sumbangan buku-buku dari dunia international.
Perpustakaan King Abdul Aziz.
Raja Fahd bin Abdul Aziz berkenan meresmikan perpustakaan Raja Abdul Aziz pada tanggal 16 Muharram 1403 atau tahun 1983. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar dan paling modem di Arab Saudi yang dikelola secara profesional oleh para pustakawan yang terdidik sesuai bidangnya. Perpustakaan ini terletak di Jalan Al Munakhah Madinah diatas lahan seluas 2.309 M2 tidak jauh dari Masjid Nabawi. Halaman perpustakaan dihiasi dengan air mancur serta taman yang indah. Perpustakaan ini juga berfungsi sebagai museum, dilengkapi dengan balai pertemuan, ruang baca dan melayani generasi muda yang sedang menyelesaikan kuliah untuk program paca sarjana S2 maupun tingkat doktor S3.
Gedung perpustakaan ini terdiri dari 6 lantai. Lantai bawah tanah/basement dialokasikan untuk penjilidan dan unit mikrofilm. Lantai dasar/ground floor merupakan pintu gerbang utama dan kamar pengawasan melalui CCTV. ruang baca dan sekatan-sekatan untuk penelitian, aula untuk ceramah dan kantin. Juga terdapat perpustakaan khusus untuk anak-anak di lantai ini.
Lantai pertama diperuntukkan untuk mushhaf AI Qur’an dan sejumlah besar mushhaf-mushhaf tulisan tangan yang paling bagus dan langka merupakan rangkaian sejarah penulisan mushhaf dari kertas yang paling tinggi nilainya. Di ruang ini juga dtitemukan jenis-jenis kaligrafi, petilasan-petilasan Islam yang langka dan kuno berupa kumpulan kotak-kotak penyimpanan benda-benda berharga, kumpulan tirai bordiran benang emas dan dijahit dengan kawat-kawat emas murni, disamping bingkai-bingkai kumpulan kaligrafi hasil kaya penulis indah, paling kondang termasuk penulis kaligrafi Sultan Mahmud Khan dan Abdul Hamid Khan. Di sini juga terdapat kumpulan pengikat kelambu (kiswah) Ka’bah.
Lantai dua, terdapat buku-buku beraneka jenis dan mempunyai rak-rak buku yang terbuka dan sangat rapi. Buku-buku yang terdapat dilantai ini sudah diklasifikasi, diorganisir dan diatur sesuai dengan sistem perpustakaan internasional paling modern namun selaras dengan corak perpustakaan Arab dan Islami. Kumpulan buku-buku di lantai ini sudah meliputi segenap disiplin ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya, seperti pengetahuan umum, filsafat, perbandingan agama-agama, ilmu sosial dan linguistik.
Di lantai ini juga ditemukan buku-buku ilmu-ilmu murni dan terapan, syair (puisi), prosa, balaghah (rhetoric), bad (ilmu metaphora), bayan (rethoric), sejarah, biografi dan lain-lain. Di tempat ini juga terdapat kelompok buku-buku mengenai masalah sejarah pada umumnya, hubungan internasional, sejarah dunia Arab secara umum dan sejarah semenanjung Arabia juga mengenai permasalahan dunia Arab kontemporer disamping buku-buku biografi dan failasuf, serta buku-buku tentang tokoh-tokoh agama, sarjana sosiologi, para pemimpin politik, para pemikir, para pakar bahasa, para peneliti ilmiah, pakar bidang kesenian, sejarawan, sastrawan dan para penulis novel.
Lebih dari 50.000 jilid buku telah dibeli oleh Departemen Urusan Islam, Wakaf dan Dakwah dan disumbangkan untuk perpustakaan ini.
Lantai empat atau sebenarnya merupakan lantai 6 kalau dihitung dari lantai dasar merupakan gudang untuk menyimpan perabotan perpustakaan dan rak buku.
Percetakan Terbesar Di Dunia
Percetakan terbesar dan terlengkap di dunia bukanlah berada di Amerika, bukan di Eropa, China atau Jepang, tapi ada di Tanah Suci, Madinah, yakni Lembaga Percetakan Al Qur’an Raja Fahd. Pembangunan percetakan ini atas usulan dari World Association of Muslim Youth, Badan Pendiri Liga Muslim Se Dunia dan beberapa Universitas Islam terkemuka di dunia. Pembangunan percetakan ini merupakan proyek raksasa Arab Saudi.
Direncanakan percetakan ini akan memproduksi 7 juta mashhaf Al Qur’an pertahun dan 100.000 paket lengkap kaset-kaset rekaman bacaan Al Qu-ran termasuk 2 juta naskah terjemahan makna Al Qur’an. Percetakan ini dibangun di Jalan Tabuk Madinah, diatas lahan seluas 250.000 m2, ketinggian tanah 250 meter dari permukaan laut. Cuaca di kawasan ini mencapai 48 derjat-celcius di musim panas dan 7 derjat di musim dingin. Khusus untuk gedung percetakan seluas 33.315 m2, perkantoran 5.768 m2, sisanya untuk bangunan masjid, gedung tamu, villa , apartemen, perumahan, gedung satpam, balai pertemuan, restoran, pasar swalayan, ruang istirahat, gedung pembangkit listrik, kolam renang, garasi, lapangan parkir, pengatur distribusi listrik, tangki air bawah tanah dan penampungan sampah yang luas keseluruhan bangunan mencapai 57.826 m2.
Peresmian percetakan ini dilakukan oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz pada hari Selasa 6 shafar 1403 H atau 31 Oktober 1984 yang disiarkan keseluruh jazirah Arab lewat televisi. Sampai Desember 1996 sudah diproduksi 130 juta mashshaf Al Qur’an yang didistribusikan ke dalam dan luar negeri, 87.8% hasil produksinya dikirim ke Amerika, Eropa, Asia, Afrika dan Australia dan sebagian lagi hadiah untuk setiap jamaah haji yang akan pulang ke tanah airnya. Kapasitas biasa dapat memproduksi 10 juta mashshaf Al Qur’an namun bila dperlukan dapat mencapai 30 juta mashshaf Al Qur-an pertahun.
Hingga akhir tahun 1996 sudah dicetak 51 edisi mencapai 113.714.914 eksemplar. Percetakan ini juga mencetak terjemahan Al Qur’an dalam 20 bahasa diantaranya bahasa Inggris, Albania, Benggali, Bosnia, China, Hausa, Spanyol, Tamil, Turki, Urdu, Kazakistan, Korea, Malabar, Pashto, Perancis, Persia, Somalia, Melayu dan Indonesia. Percetakan raksasa ini memiliki lebih dari 1.600 karyawan.

About salafartikel

bismillah

Posted on April 28, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: