Author Archives: salafartikel

Tangkal Corona dengan Istighotsah

Kita meyakini bahwa hanya Alloh Subhanahu wata’ala sajalah yang mampu mengangkat semua kejelekan. Alloh berfirman:

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. QS. Yunus : 107

Dari sini kita yakin bahwa Alloh adalah satu-satunya ilah(sesembahan) yang berhak diibadahi dan bahwasanya Istighosah adalah Solusi Terbaik Menolak Corona dan berbagai bala’.

Apa Hakekat Istighosah ?

Istighosah adalah berdoa kepada Alloh di masa sulit agar diangkat segala kesulitan, kesempitan dan musibah yang sedang melanda.

Sebagai contoh Istighosah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam ketika perang Badar.

Di malam hari sebelum peperangan, Rosululloh beristighosah kepada Alloh. Beliau berdoa di masa sulit dengan sungguh sungguh. Beliau angkat kedua tangan beliau ke langit, tidak henti-hentinya beliau memohon, memelas kepada Alloh dengan penuh harap dan merendahkan diri kepada Alloh. Hanya Alloh saja yang beliau panggil, bukan selain Alloh.

Istighosah Nabi shollallohu’alaihi wasallam dikabulkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Anfal:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu beristighosah (memohon pertolongan dari kesempitan) kepada Robbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al Anfal: 9)

Perang Badar yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadan tahun 2 H adalah salah satu kesulitan dan masa genting yang pernah dihadapi Rasulullah dan para shahabatnya.

Secara perhitungan manusia, tidak mungkin kaum muslimin mendapatkan kemenangan. Jumlah shahabat hanya 319, persenjataan ala kadarnya, kendaraan pun terbatas, bahkan satu kuda berserikat untuk tiga orang, perbekalan juga sangat minim, bukan untuk sebuah Peperangan besar.

Berbeda dengan musyrikin Quraisy, yang dipimpin Abu Jahal, mereka keluar dari Mekah dengan membawa arak untuk berpesta, wanita wanita mereka bawa untuk menyambut kemenangan, mereka membawa seribu pasukan, lengkap dengan persenjataan, perbekalan, kendaraan dan segala sesuatunya termasuk onta onta yang sangat banyak ikut mereka giring sebagai bekal, setiap hari setidaknya 10 ekor mereka sembelih.

Benar benar masa itu adalah masa yang sangat genting dan sulit bagi Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam.

Dengan segera Rasululloh beristighosah, memohon agar Alloh selamatkan beliau dari kesempitan. Alloh kabulkan doa Kekasih-Nya dan Alloh utus seribu malaikat dalam perang Badar.

DUA SYARAT ISTIGHOSAH

Perlu diingatkan kepada seluruh kaum muslimin bahwa istighotsah adalah salah satu jenis ibadah, sebagaimana ibadah ibadah lain seperti sholat, wudhu, zakat dan yang lain.

Agar ibadah kita diterima, wajib atas kita memenuhi dua syarat ketika menunaikannya.

Syarat pertama adalah ikhlas, ditujukan murni hanya untuk Alloh.

Syarat kedua, ibadah harus ditunaikan sesuai tuntunan Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam

IKHLAS DALAM ISTIGHOSAH

Istighosah harus ditujukan kepada Alloh. Beristighosah kepada selain Alloh adalah kesyirikan karena Doa adalah ibadah, dan hanya Alloh sajalah yang berhak diibadahi.

Hanya Alloh saja yang dipanggil dalam doa dan istighosah, karena Dia sajalah yang mampu mengangkat segala kesulitan, bukan Malaikat Jibril, bukan para nabi dan Rasul, bukan Khulafaur Rosyidin, bukan para syuhada, bukan para wali atau orang orang sholih… Hanya Alloh sajalah yang berhak untuk diibadahi, termasuk istighosah, hak Alloh Ta’ala.

Maka Sungguh sangat menyedihkan ketika dimasa sempit justru selain Alloh yang dipanggil. Seperti lafadz yang dibaca kaum sufi dalam istighosah mereka:

يا ايها الارواح المقدسۃ اغيثوني بالغوثۃ يا نقباء يا نجباء يا ابدل يا قطب اغيثوني بغوثۃ بحق محمد صلی ﷲ عليه و سلام

Wahai roh roh yang disucikan, selamatkan aku di masa sulit ini, beri aku bantuan, wahai para naqib, para Najib, para Badal dan qutbh beri aku pertolongan dengan haknya Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam.

Sungguh kalimat diatas adalah kalimat Kesyirikan kan, dan termasuk dari syirik Akbar (syirik besar) karena kandungannya adalah berdoa dan beribadah kepada selain Alloh.

BUKAN DENGAN KEBID’AHAN

Dalam istighotsah lakukanlah sesuai bimbingan nabi shalallahu’alaihi wasallam. Lakukanlah adab adab doa, bersuci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, awali doa dengan sanjungan dan pujian kepada Alloh, awali dengan shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam, mintalah agar Alloh selamatkan negeri ini dari wabah dan bala, mintalah agar Alloh membantu pemerintah negeri ini menempuh apa yang Alloh ridhai, berdoalah dengan penuh harap, hati yang hadir, berdoalah di waktu waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, dan adab adab doa lainnya.

Janganlah istighosah dicampuri dengan tata cara yang tidak diajarkan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam.

Diantara misal Istighosah yang menyelisihi Sunnah Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam: istighosah di makam terlebih makam orang yang diagungkan, mengkhususkan doa, dzikir atau shalawat tertentu yang Nabi tidak mengajarkannya dan tidak mengkhususkannya. (Sumber: Problematika umat.com, https://problematikaumat.com/istighosah-tolak-corona/