DAKWAH BUKAN KERJA SAMBILAN – dakwah adalah pekerjaan Ar-Rasul yang dihiasi dengan hikmah

Abu Ismail Muhammad Rijal

Mengajak manusia menuju jalan Allah bukan pekerjaan mudah. Berdakwah bukan pekerjaan sampingan atau pengisi waktu-waktu senggang yang bisa dikerjakan seenaknya. Dakwah adalah tugas agung dan pekerjaan yang mulia. Allah berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” Al-Fushshilat: 33

Dakwah adalah pekerjaan berat yang harus ditempuh dengan penuh keikhlasan. Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. Al-Bayyinah: 5

Dakwah adalah tugas suci yang dan dibangun di atas bashirah (hujah yang nyata/ilmu). Allah berfirman:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, “. Yusuf: 108

Sebagaimana dakwah juga harus dilakukan di atas hikmah. Allah berfirman.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.  An-Nahl:125

Apabila dakwah dilakukan semata-mata mencari wajah Allah, dan diatas ilmu serta sesuai dengan metode Rasulullah saw insyaallah dakwah akan membuahkan hasil, sebagaimana dahulu Rasulullah saw dan para shahabat menuai hasil yang membahagiakan dan menyejukkan pandangan. Allah berfirman:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ  وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا  فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. An-Nashr:1-3

Sayang, sebagian orang  menyangka bahwa dakwah hanya sekedar memerintah, melarang, mengajak atau mencegah tanpa memedulikan sisi-sisi hikmah dalam metodologi penyampaian, dalam memahami kondisi kejiwaan mad’u, atau sisi-sisi lain yang selalu diperhatikan Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.

Kondisi semacam ini seringkali menjadikan manusia lari dari agama, lari dari dakwah,  benci terhadap sunnah atau antipati kepada para penyerunya, terlebih musuh-musuh islam selalu mengintai mencari celah untuk memojokkan dakwah salafiyyah, dakwah ahlis sunnah wal jamaah.