Sambut Ramadhan dengan Taqwa Taubat dan Ilmu

Pertanyaan:

Ustadz, hari-hari ini kita banyak disibukkan dengan berita berita seputar wabah, setiap hari terus mengikuti perkembangan, berapa penduduk indonesia yang positif covid, berapa yang meninggal baik di Indonesia atau di dunia. Tidak terasa ramadhan semakin dekat, tidak terasa bulan yang agung hampir tiba. Apa nasehat bagi kita dalam menyambut Ramadhan, terkadang juga muncul bisikan-bisikan yang tidak baik dalam pikiran. Mohon nasehatnya. jazakumullohukhoiron.

Jawab:

Setan selalu membisikkan apa yang memudaratkan manusia. Orang yang akan berinfak ditakut-takuti kefakiran, orang yang akan berjihad ditakuti dengan kematian, demikianlah setan selalu memerintahkan kefasikan. Maka berhati hatilah dari bisikan bisikan syaiton.

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah : 268)

Termasuk di masa wabah saat ini, setan berusaha menggiring manusia untuk berburuk sangka kepada Alloh dan membisiki manusia agar berputus asa dari Rahmat Alloh. Padahal apa yang Alloh takdirkan penuh dengan hikmah, padahal semua perbuatan Alloh penuh dengan keindahan. Manusia dibisiki agar berputus asa dari Rahmat Alloh, padahal jalan keluar sudah dekat, dan pertolongan Alloh ada dihadapan mata.

Coba mari kita tatapkan pandangan kita ke depan, di hadapan kita bulan romadhon. Mari kita sambut, kedatangan bulan romadhon, janganlah setan memalingkan kita dari Alloh di masa masa musibah.

Benar, saat ini kita dalam masa wabah, kewajiban kita adalah bertawakal kepada Alloh, kota tempuh sebab sebab agar selamat dari wabah, Ikhtiyar dan doa. Semua sebab yang bermanfaat kita tempuh, namun janganlah melalaikan kita dari ibadah kepada Alloh, jangan hari hari kita disibukkan dengan membaca perkembangan di sana dan di sini hingga lupa yang lebih bermanfaat.

Terkait bulan romadhon yang sudah semakin dekat, Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahulloh pernah diminta nasehat bagaimana menyambut Ramadhan. Diantara kalimat hikmah dari nasehat yang beliau sampaikan, beliau berkata:

نصيحتي للمسلمين جميعًا أن يتقوا الله جل وعلا، وأن يستقبلوا شهرهم العظيم بتوبة صادقة من جميع الذنوب، وأن يتفقهوا في دينهم وأن يتعلموا أحكام صومهم وأحكام قيامهم؛ لقول النبي ﷺ: من يرد الله به خيرًا يفقهه في الدين

“Nasehatku untuk seluruh muslimin, hendaknya kalian bertaqwa kepada Alloh, dan sambutlah bulan yang agung dengan taubat yang penuh kejujuran dari segala dosa dosa, kemudian bertafaquhlah (dalami) agama kalian, pelajarilah hukum hukum puasa, dan shalat berdasarkan sabda Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam:

من يرد الله به خيرًا يفقهه في الدين

“Barangsiapa Alloh Kehendaki kebaikan padanya, niscaya Alloh akan fahamkan dia dalam agama.”

Demikian sebagian nasehat menyejukkan dari Al Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahulloh.

Ya, kita sambut romadhon dengan ketaqwaan. Taqwa adalah kita berbuat taat kepada Alloh di atas ilmu dengan penuh harapan pahala di sisi-Nya, demikian pula kita tinggalkan kemaksiatan kepada Alloh di atas Ilmu karena takut adzab Alloh.

Kita sambut romadhon dengan ketaqwaan seperti apa yang dilakukan Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Ramadhan disambut dengan ketaqwaan, bukan dwngan kesyirikan, kebid’ahan atau kemaksiatan.

Banyaklah bertaubat kepada Alloh. Inilah bekal berikutnya yang seharusnya kita lakukan. Dengan taubat yang jujur Alloh akan membantu kita, dan memudahkan seluruh urusan kita. Alloh akan beri kita jalan keluar dari segala kesulitan dan dibukakan rezeki dari jalan yang tidak di sangka.

Sambut Ramadhan dengan tafaqquh fiddin sebagaimana dinasehatkan Syeikh bin Baz rahimahulloh. Fikih berpuasa sudahkah dipelajari kembali ? Adab adab berpuasa, qiyamullail, Lailatul .Qadar, dan perkara lain yang kita perlukan di bulan ramadhan sudahkan dimurajaah. Mari kita sambut Ramadhan dengan taqwa, taubat dan tafaqquh fiddin. Barokallohufikum. (Abu Ismail Muhammad Rijal ghofarollohu lahu wa liwalidaihi wa lisaairil muslimin )

Sumber: problematikaumat.com

Sambut Ramadan dengan Taqwa, Taubat Dan Ilmu