Jalan Kebahagiaan Adalah Dengan Kembali Kepada Agama Yang Mulia

Intisari Khutbah Iedul Adhha, Abu Muhammad Ibnu Isnain, Lc

Segala puji hanyalah milik Allah Rabbul ‘alamin, Dialah yang menciptakan alam semesta, memberinya rizki, mengaturnya, dan di Tangan-Nyalah manfaat dan madarat. Di Tangan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia yang memberikan kekuasaan pada sebagian hamba-Nya Dia pulalah yang mencabutnya, Dialah yang memberikan kemuliaan pada hamba-Nya dan Dia pula yang menghinakannya, Allah ta’ala berfirman:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  #  تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Wahai Allah Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” Ali Imran: 26-27

Kaum muslimin yang berbahagia,

Dihari Yang agung ini, dihari seluruh muslimin mengumandangkan takbir,tahmid dan tahlil, marilah kita mengingat wasiat Allah dan Rasul-Nya untuk bertakwa kepada-Nya dimanapun berada, dengan taqwa seorang akan mulia dan dengan takwa seorang akan Allah mudahkan dari segala perkara yang dhadapinya. Rasulullah saw bersabda (ittaqillaha haitsu maa kunta)

Kemudian bersyukurlah kepada Allah atas nikmat islam yang Allah anugerahkan kepada kita semua. Demi Allah tidak ada nikmat yang lebih besar daripada nikmat memeluk agama yang agung ini. Nikmat Islam tidak bisa sedikitpun dibandingkan dengan dunia dan seisinya. Dunia, betapapun banyaknya akan sirna adapun islam dan iman itulah yang akan dibawa seorang hamba dalam perjalanan panjangnya menuju Allah ta’ala.

Pernahkah dalam sejarah kehidupan manusia, seorang dikubur dengan membawa gedung-gedung megah yang dibangunnya ? atau kendaraan-kendaraan mewah yang biasa dia bersombong dengannya? Tidak ! sekali-kali tidak !  Amalan-amalan dialah yang akan dibawa dalam perjalanan itu, yang baik atau yang buruk. Ingatkah apa yang akan dialami seorang di alam barzakh ? amalan salehlah yang bermanfaat saat datang fitnah malaikat Munkar dan Nakir.

Hadirin Yang berbahagia,

Di kesempatan yang mulia ini marilah kita mengingat beberapa keindahan Agama islam semoga Allah menjadikan kita semuanya semakin cinta kepadanya dan berpegang teguh dengannya.

Agama ini yang Allah anugerahkan kepada kita, memiliki tiga sifat mendasar. Yaitu Al-Kamal (kesempurnaan), Al-Baqa (kekekalan) Al-‘Umum (keuniversalan)

Sifat pertama : Al-Kamal; Islam adalah agama yang sempurna dalam segala sisisnya. Siapa yang mau merenung sejenak, dengan tadabbur. Ia akan dapati bahwa agama islam adalah agama yang syamil, kamil. Tidak ada sedikitpun darI kebaikan melainkan islam telah datang dengan keterangannya dan tidaklah ada kejelekan sedikitpun melainkan Islam telah datang memperingatkannya.

Sifat Al-Kamal ditunjukkan oleh ayat Al-Maidah yang Allah turunkan di bulan Dzul Hijjah bertepatan dengan hari jumat, tahun sepuluh Hijriyah, saat Rasulullah saw wuquf di Arafah, Allah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” Al-Maidah: 3

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Renungkanlah, adakah agama seindah dan sesempurna islam, mengajarkan agar pemeluknya bergantung hanya kepada Allah dan melepaskan segala perbudakan kepada makhluk-Nya.

Mengajarkan aqidah yang murni, ibadah yang mensucikan hati, mu’amalah yang penuh dengan keadilan dan budi pekerti. Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan bahwasanya seorang yahudi datang kepada salman Al-Farisi Ra, ia berkata: “Wahai salman, Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai masalah adab buang hajat ? Kata Salman: Iya

Sifat Kedua : Baqo’ ; Islam adalah agama yang kekal, maknanya : Sebagai risalah yang terakhir, agama ini Allah jaga hingga hari kiamat. Oleh karenanya Allah jaga Al-Qur’an demikian pula Al-Hadits dari perusakan-perusakan yang dilakukan syaiton dari kalangan jin dan manusia. Allah berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Al-Hijr: 9

Sifat Ketiga : Umum, bagi seluruh manusia bukan hanya arab –sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang yang membenci islam- akan tetapi juga selain arab, oleh karena itu Rasulullah saw bersabda tentang dua ahlul kitab : Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya tidak ada Yahudi dan Nasrani yang mendengar aku, kemudian tidak beriman kepada apa yang aku bawa (islam) melainkan ia menjadi penghuni neraka.

Bahkan Allah jadikan beliau sebagai Rasul untuk kalangan jin sebagaimana ditunjukkan dalam Ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ # قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ # يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Al-Ahqaf: 29-31

Nasehat Untuk Negeri Ini

Setelah kita melihat beberapa keindahan agama ini, di hari iedul Qurban ini marilah kita  merenungi musibah yang sedang menimpa bangsa ini dengan bertubi-tubi, tsunami, gempa bumi dan banjir di sana-sini, membumbungnya harga-harga, sedikitnya barang yang dibutuhkan, kerusakan di laut dan muka bumi. Pemandangan yang tiada henti, menyedihkan dan memilukan.

Dalam melihat bencana ini hendaknya seorang muslim melihat dengan kacamata Islam, bukan hanya melihat dari sisi materi dan melupakan Agama yang agung yang mengatur segala sesuatu. Sangat disayangkan ketika media-media semua berbicara, namun tidak ada yang membicarakan dari sudut yang paling mendasar yaitu sudut pandang islam. Bahkan yang ditampilkan adalah paranormal-paranormal yang berbicara dengan ilmu perdukunan yang semua ini adalah bentu kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya.

Wahai umat islam, kerusakan dilangit dan bumi ini bukan karena kemarahan kiyai petruk yang konon ia penjaga gunung Merapi, bukan pula kemarahan Nyi roro kidul yang konon menguasai pantai selatan. Wahai umat islam dimanakah aqidah kita tentang Allah ? bukankah Dia yang maha kuasa, bukankah ditangan Allahlah segala sesuatu ?

Ingatlah kejadian kaum Luth, bagaimana kehancuran mereka ? siapakah yang mengadzab mereka? Allah ! Allah angkat negeri Sodom ke langit lalu dibalikkan dan ditimpa hujan batu, subhanallah adzab yang pedih bagi kaum Luth… Siapakah yang mengadzab Fir’aun dengan menenggelamkan ia dan seluruh pengikutnya di laut merah ?

Oleh karena itu di hari yang agung ini, marilah kita melihat dan menyadari bahwa sesungguhnya kerusakan yang ada disekitar kita ini adalah dengan sebab perbuatan tangan kita, dosa-dosa kita semuanya.

Agar segala mushibah ini terangkat jalannya adalah bertaqwa kepada Allah dan beristighfar kepada-Nya.

Beberapa Ahkam Qurban

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Menyembelih hewan qurban yaitu bahimatul an’am, termasuk seagung-agung Ibadah yang disyareatkan dihari iedul adhha adalah. Ia adalah sunnah (ajaran) nabi Ibrahim dan Muhammad Shallallohu’alaihi wasallam. Di hari Iedul Qurban, di bulan Dzul Hijjah yang mulian ini marilah kita kuatkan tekad untuk membangun semangat berkurban, beribadah dan menundukkan diri kepada Allah sebagaimana ditauladankan bapak para Nabi, kekasih Allah, Ibrohim ‘as. Ini diantara ruh ibadah kurban yang kita laksanakan. Dengan kembali dan tunduk keapda Allah kehidupan seseorang akan Allah junjung di dunia dan di akhirat.

Hendaknya kaum muslimin mengetahui hukum-hukum yang terkait dengan kurban. Ketahuilah bahwasannya kurban tidak akan sah kecuali dengan syarat-syaratnya. Di antara syarat kurban,

Pertama: Hewan tersebut telah memenuhi syarat umur yang ditetapkan Rasulullah saw, untuk onta telah berumur lima tahun dan masuk tahun keenam. Untuk sapi atau kerbau telah mencapai usia dua tahun dan masuk tahun ketiga, sedangkan kambing telah berumur genap satu tahun.

Syarat kedua: hewan tersebut harus selamat dari empat cacat yang disebutkan Rasulullah saw, yaitu buta yang jelas butanya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang tampak sakitnya dan kurus yang tidak bisa diambil manfaatnya.

Syarat Ketiga: Disembelih [ada waktu yang masyru’ yaitu seusai shalat ied. ……. (Wallahu ta’ala A’lam)

 

Posted on Mei 11, 2012, in Aqidah - Keindahan Islam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: