Rahasia Tadabur Al-Quran

Soal:

Di dalam Al-Quran, demikian pula sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam, kita diperintahkan mentadabburi Al-Qur’an. Apakah ada tanda-tanda atau kriteria yang menunjukkan bahwa seseorang mentadaburi Al-Qur’an ?

Jawab:

Allah Ta’ala menyebutkan dalam kitab-Nya yang mulia tanda-tanda dan ciri-ciri tadabur Al-Qur`an. Di antaranya firman Allah Ta’ala :

وإذا سمعوا ما أنزل إلى الرسول ترى أعينهم تفيض من الدمع يقولوى ربنا آمنا فاكتبنا مع الشاهدين

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad) kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur`an) yang telah mereka   ketahui. (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka mengatakan : Ya Rabb kami, kami telah beriman. Oleh karenanya catatlah kami menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur`an dan  kenabian Muhammad r “. (Qs.Al-Maidah :83)

Juga firman Allah Ta’ala :

إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون

“Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah bergetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlan keimanannya dan hanya kepada Rabb mereka sajalah  mereka bertawakal”. (Qs.Al-Anfal : 2)

Dan juga firman Allah Ta’ala :

وإذا ما انزلت سورة فمن من يقول أيكم زادته هذه إيمانا. فأما الذين آمنوا فزادتهم إيمانا وهو يستبشرون

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata : ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedangkan mereka merasa gembira.” (Qs.At-Taubah:124)

Dan juga firman Allah Ta’ala :

قل آمنوا به أو لا تؤمنوا إن الذين أوتوا العلم من قبله إذا يتلى عليهم يخرون للأذقان سجدا * ويقولون سبحان ربنا إن كان وعد ربنا لمفعولا * ويخرون للأذقان يبكون ويزيدهم خشوعا *

“Katakanlah (Wahai Muhammad) :’Berimanlah kalian kepadanya (Al-Qur`an) atau tidak usah kalian beriman (sama saja bagi diri Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila dibacakan kepada mereka (ayat-ayat Al-Qur`an) mereka tersungkur di atas dahi-dahi mereka dalam keadan sujud. Dan mereka mengatakan : Maha suci Rabb kami sesungguhnya janji Rabb kami benar-benar terlaksana. Dan mereka tersungkur di atas dahi-dahi dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan bertambahlah rasa khusyu’ pada diri mereka “. (Qs. Al-Isra` : 107 – 109)

Dan juga firman Allah Ta’ala :

إذا تتلى عليهم أيات الرحمن خروا سجدا وبكيا

“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, mereka tersungkur di atas dahi-dahi mereka dalam keadaan bersujud seraya menangis”. (Qs.Maryam : 58)

Dan juga firman Allah Ta’ala :

والذين إذا ذكّروا بآيات ربهم لم يخروا عليها صما وعميانا

“Dan orang-orang yang apabila diingatkan dengan ayat-ayat Rabb mereka mereka tidaklah melaluinya layaknya orang tuli dan buta”. (Qs.Al-Furqan : 73)

Dan juga firman Allah Ta’ala :

وإذا يتلى عليهم قالوا آمنا به إنه الحق من ربنا إنا كنا من قبله مسلمين

“Dan apabila dibacakan kepada mereka (Al-Qur`an) maka mereka mengatakan : Kami beriman kepadanya sesungguhnya ini adalah kebenaran (yang datang) dari Rabb kami. Dan sesungguhnya kami dahulu sebelum (turunnya) kitab ini adalah orang-orang muslim (yang berserah diri)”. (Qs.Al-Qashash : 53)

Dan juga firman Allah Ta’ala

الله نزل أحسن الحديث كتابا متشابه مثني قشعر منه جلود الذين يوخشون ربهم ثم تلين جلودهم وقلوبهم إلى ذكرالله ذلك هدى الل يهدي من يشاء ومن يضلل الله فما له من هاد

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabb-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. Dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Qs.Az-Zumar :23)

Dari ayat-ayat di atas kita dapat menyimpulkan tujuh diantara ciri-ciri tadabur Al-Quran, yaitu :

  1. Terpusatnya hati dan pikiran ketika membaca, ditandai dengan timbulnya rasa takjub (terkesima) dan ta’zhim.
  2. Menangis karena ketakutan kepada Allah
  3. Bertambahnya rasa khusyu’
    1. Bertambahnya keimanan ditandai dengan perasaan ingin mengulang-ulangi ayat-ayat (yang dibacanya)
    2. Timbulnya perasaan lapang dan bahagia
    3. Munculnya rasa gemetar (pada hati dan kulit) karena ketakutan kepada Allah Ta’ala, hatinya dipenuhi dengan pengharapan dan ketentraman.
    4. Bersujud dalam rangka ta’zhim kepad Allah ‘Azza wa Jalla.

Maka barang siapa menemukan satu dari tanda-tanda ini atau lebih, berarti telah mencapai keadaan tadabur dan tafakur. Namun bilamana seseorang sama sekali tidak menemukan tanda-tanda ini, berarti dirinya terhalang dari tadabur Al-Qur`an dan belum bisa meraih sesuatu dari perbendaharaan yang tersimpan dalam Al-Qur`an.

Berkata Ibrahim at-Taimi rahimahullah : Siapa yang mendapatkan ilmu (namun ilmu tersebut) tidak dapat mempengaruhi (jiwanya) untuk menangis, maka sesungguhnya ia tidak pantas mendapatkan ilmu. Karena Allah Ta’ala mensifati para ulama dalam firmannya :

قل آمنوا به أو لا تؤمنوا إن الذين أوتوا العلم من قبله إذا يتلى عليهم يخرون للأذقان سجدا * ويقولون سبحان ربنا إن كان وعد ربنا لمفعولا * ويخرون للأذقان يبكون ويزيدهم خشوعا *

“Katakanlah (Wahai Muhammad) :’Berimanlah kalian kepadanya (Al-Qur`an) atau tidak usah kalian beriman (sama saja bagi diri Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila dibacakan kepada mereka (ayat-ayat Al-Qur`an) mereka tersungkur di atas dahi-dahi mereka dalam keadan sujud. Dan mereka mengatakan : Maha suci Rabb kami sesungguhnya janji Rabb kami benar-benar terlaksana. Dan mereka tersungkur di atas dahi-dahi dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan bertambahlah rasa khusyu’ pada diri mereka “. (Qs. Al-Isra` : 107 – 109) [1]

Dan dari Asma` bintu Abi Bakr berkata : “Adalah para shahabat Nabi saw r apabila dibacakan kepada mereka Al-Qur`an keadaan mereka adalah seperti yang Allah sifatkan, yaitu mata mereka menangis dan kulit mereka bergetar.”[2]

Sesungguhnya hari-harimu, bila engkau lalui tanpa engkau dapatkan rizki dan bahagian tanda-tanda tadabur tersebut maka berarti engkau telah gagal untuk mendapatkan keuntungan yang agung. Hari-hari tersebut sangatlah pantas untuk kau tangisi atas kerugian besar yang kau derita.


[1]  Az-Zuhd, Ibnul Mubarak (hal.41) dan Hilyatul Auliya` (5:88).

[2]  Tafsir Al-Qurthubi (15/149).

Posted on Mei 31, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh, Ilmu Tajwid Qiroah dan ulumul quran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: