Shalat Sunnah Antara Maghrib dan Isya’

Soal: Bolehkah menghidupkan waktu antara maghrib dan isya dengan shalat sunnah mutlak?

Jawab:

Waktu diantara maghrib dan Isya’ bukanlah waktu yang terlarang untuk seorang memperbanyak shalat mutlak, maka boleh baginya menghidupkan  waktu antara magrib dan isya tersebut dengan memperbanyak shalat, terlebih hal ini pernah dilakukan Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam dan juga Shahabat Rasulullah saw.

Shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan.

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَتْ لِي أُمِّي مَتَى عَهْدُكَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقُلْتُ مَا لِي بِهِ عَهْدٌ مُنْذُ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَمَّتْ بِي قُلْتُ يَا أُمَّهْ دَعِينِي حَتَّى أَذْهَبَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا أَدَعُهُ حَتَّى يَسْتَغْفِرَ لِي وَيَسْتَغْفِرَ لَكِ قَالَ فَجِئْتُهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ خَرَجَُُُُ

“Dari Hidzaifah Radhiyallahu ‘anhu …. Maka aku mendatangi beliau [yakni Nabi sallallahu alaihi wasallam]. aku shalat maghrib bersama beliau. Seusai shalat (maghrib) beliau berdiri shalat  sunnah dan terus menerus beliau shalat sunnah hingga beliau shalat isya kemudian beliau keluar.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal (38/430 no. 23436) cetakan Muassasah Ar-risalah. Guru kami, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi dalam As-Sunan no. 3781 dan beliau menghasankannya, diriwayatkan juga oleh  al  imam abu dawud dalam sunannya no. 1321 dengan sanad shahih dari anas radhiallahu anhu, tentang ayat As sajdah ayat 16:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdoa kepada rabbnya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka (As-Sajdah: 16)

Anas bin Malik berkata tentang ayat ini: “Mereka bangun untuk shalat  sunnah antara maghrib dan isya.”  (Majmu’ Rasail Syaikh Abdul Muhsin (5/216)

Posted on April 16, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: