Neraka Telah Terlihat !!!

Neraka Telah Ada dan Telah Ditampakkan (Sumber: Majalah Qudwah)

Rasulullah saw pernah melihat An-Nar (neraka) demikian pula Al-Jannah (syurga) dalam beberapa kesempatan. Pernah beliau melihat keduanya dalam keadaan terjaga, pernah pula beliau melihatnya dalam mimpi.

Suatu pagi, selepas salat subuh, Rasulullah saw menceritakan perjalanan mimpi beliau bersama malaikat Jibril dan Mikail sebagaimana diceritakan shahabat Samurah bin Jundub Ra dalam Shahih Al-Bukhari.

Dalam perjalanan itu Rasulullah saw menyaksikan berbagai adzab yang menimpa ahli maksiat, diantaranya adzab bagi para pemakan riba. Rasulullah saw bersabda tentang apa yang menimpa mereka:

فانطلقنا حتى أتينا على نهر من دم فيه رجل قائم على وسط النهر و على شط النهر بين يديه حجارة فأقبل الرجل الذي في النهر فإذا أراد أن يخرج رمى الرجل بالحجارة في فيه فرده حيث كان فجعل كلما جاء ليخرج رمى في فيه بحجر فيرجع كما كان

“Kami berjalan hingga menjumpai sebuah sungai darah, ditengahnya seorang yang berdiri dan dipinggir sungai lelaki lain dengan batu dihadapannya. Mendekatlah lelaki yang berada di tengah sungai darah, di saat hampir keluar darinya, lelaki yang lain melemparkan batu ke mulutnya hingga dia kembali ke tengah sungai, demikian seterusnya setiap hendakl keluar dilempar ke mulutnya batu hingga kembali (tersiksa di tengah sungai darah).”

Selengkapnya kisah mimpi Rasulullah saw ini dapat  anda rujuk dalam shahih Al-Bukhari no. 1386.

Tidak diragukan, mimpi-mimpi Rasulullah saw adalah wahyu, tidak ada bagian sedikitpun bagi syaiton untuk mengganggu wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi dan Rasulnya, dalam keadaan terjaga atau mimpi.

Apa yang beliau lihat dalam mimpi itulah hakekat yang harus diyakini.

Melihat Neraka Saat Shalat Gerhana

Rasulullah saw pernah pula melihat neraka dan syurga dalam keadaan terjaga dalam beberapa kesempatan.

Sebelum hijrah ke Madinah beliau menyaksikan syurga dan neraka saat Isra’ bersama Jibril ‘alaihissalam. Hadits-hadits tentang Isra’ banyak diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits seperti Shahih Al-Bukhari, dan Shahih Muslim, mudah-mudahan majalah Qudwah bisa mengulas hadits-hadits tersebut. Insyaallah.

Beliau pernah pula melihat neraka dalam keadaan terjaga setelah hijrah ke kota Madinah. Saat itu beliau sedang shalat gerhana, Allah tampakkan banyak hal dihadapan Rasulullah saw temasuk Syurga dan neraka,

Pembaca rahimakumullah, banyak shahabat menceritakan shalat gerhana Rasulullah saw, diantara yang mengisahkan adalah shahabat Aisyah, Jabir bin Abdillah dan Abdullah bin Abbas semoga Allah meridhai mereka.[1]

Ummul Mukminin Aisyah Ra berkata, “Terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah Saw. Rasulullah saw keluar menuju tempat shalat lalu menyuruh seseorang menyerukan, “Ash-Shalaatu Jaami’ah”.[2]

Shahabat menyambut seruan, mereka bergegas berbaris di belakang beliau.

Rasulullah berdiri menunaikan shalat gerhana –shalat dua rakaat dengan dua ruku’ pada setiap rakaatnya.

Pada rakaat pertama beliau membaca bacaan yang panjang seukuran surat Al-Baqarah, yang beliau baca dengan keras. Beliau ruku dengan ruku yang panjang lalu mengangkat kepalanya (I’tidal) seraya mengucapkan, ‘Sami’allaahu Liman Hamidah.’  Rasulullah saw tidak melanjutkan sujud namun  membaca kembali Al-Fatihah dan ayat-ayat yang panjang tetapi lebih pendek daripada bacaannya yang pertama,. Kemudian bertakbir dan ruku yang panjang, lebih pendek dari ruku yang pertama, lalu mengucapkan, ‘Sami’allaahu Liman Hamidah, Rabbana wa Lakal Hamdu.’ Lalu, sujud dengan sujud yang panjang, dua kali beliau sujud –sebagaimana shalat biasa.

Rakaat kedua, beliau melakukan seperti rakaat sebelumnya, hanya saja lebih pendek dari rakaat pertama. Dengan begitu, beliau telah menyempurnakan dua rakaat, dalam masing-masing rakaatnya dua kali ruku’.

Di tengah shalat, Rasulullah saw melakukan gerakan tidak seperti biasanya, seakan-akan beliau mengambil sesuatu, sesaat kemudian beliau bergerak seperti menghindari sesuatu. Semua kejadian ini diperhatikan dan disaksiksan para shahabat

Usai sudah shalat gerhana bersama Rasulullah saw, matahari kembali terang, menyinari Thobah, Madinah Nabawiyah.

Beliau kemudian berdiri, memuji Allah dengan pujian yang layak untuk-Nya. bersabda:

‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah yang Dia tampakkan kepada hamba-hambaNya. Keduanya tidak menjadi gerhana karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang.[3] Apabila kamu melihatnya, maka lakukanlah shalat.’

Dalam salah satu riwayat: Jika kalian melihat gerhana berdoalah kepada Allah, agungkanlah Dia, dan shalatlah hingga tersingkap matahari/bulan kepadamu dan bersedekahlah.

Sesungguhnya saya melihat di tempat berdiriku ini segala sesuatu yang telah dijanjikan kepada kalian, hingga saya lihat diri saya ingin memetik setandan buah dari surga ketika kamu melihat aku maju, dan ketika aku mundur Aku melihat neraka Jahannam sebagian dirinya memakan sebagian lainnya.

Aku lihat di sana Amr bin Luhaiy, dialah orang yang menjadikan hewan-hewan sebagai sawaib[4],

Dalam Hadits Jabir, Rasulullah saw bersabda: Aku juga melihat si pemilik mihjan[5] menarik ususnya di neraka, dahulu dia sering mencuri bekal orang-orang yang menunaikan haji dengan ujung tongkatnya. Jika si pemilik barang menyadari, ia pun berkata: Barangmu tersangkut di tongkatku ! dan apabila pemilik barang lengah ia pun pergi mencurinya.

Bahkan aku melihat wanita Bani Israil yang mengikat kucingnya hingga mati kelaparan, tidak memberinya makan tidak pula melepasnya untuk mencari hewan-hewan bumi

Dalam Hadits Aisyah, Rasulullah saw juga bersabda: “Aku melihat kalian mendapatkan fitnah kubur[6] sebagaimana fitnahnya Dajjal. Aisyah berkata: Sungguh setelah itu aku mendengar Rasulullah senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur dan adzab neraka.

Rasulullah saw juga bersabda: Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.’ Kemudian beliau memerintahkan mereka berlindung dari azab kubur.”

Dalam hadits Ibnu Abbas dikatakan: Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami melihat engkau di tengah shalat seakan mengambil sesuatu di tempatmu, kemudian kami melihat engkau menahan diri?

Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku melihat surga, aku pun mengambil seuntai buah. Seandainya saya mengambilnya, niscaya kalian akan memakannya selama dunia masih ada. Dan, aku melihat neraka, tidak pernah aku melihat pemandangan yang lebih menakutkan seperti hari ini. Saya lihat sebagian besar penghuninya adalah wanita.’

Mereka bertanya, ‘Dengan sebab apakah wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Karena kekufuran mereka.’

Shahabat menimpali, ‘Mereka kafir kepada Allah?’

Beliau bersabda, ‘Mereka kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan.

Seandainya kamu berbuat kebaikan kepada salah seorang dari mereka selama setahun penuh, kemudian ia (istri) melihat sesuatu (yang tidak menyenangkan) sedikit saja darimu, ia mengatakan, ‘Saya tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali.'”

Faedah Kisah:

  1. Kisah ini diantara ayat (mukjizat) Rasulullah saw, beliau menyaksikan Al-Jannah dan An-Nar. Beliau melihat apa yang kita tidak melihat, sebagaimana beliau mendengar apa yang tidak kita dengar. Tentu sesuai dengan apa yang Allah tampakkan dari sebagian perkara ghaib kepada beliau. Allah berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّي أَرَى مَا لا تَرَوْنَ ، وَأَسْمَعُ مَا لا تَسْمَعُونَ , أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحَقٌّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ ؛ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, dan aku mendengar apa yang tidak kalian dengar, langit-langit bergoncang, dan pantas jika langit-langit bergoncang, dan tidak ada ruang lebih dari empat jari di langit kecuali ada malaikat yang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis, … Al-Hadits (HR At-Tirmidzi dari Abu Dzar Al-Ghifari)

  1. Diantara faedah penting, kisah ini menunjukkan bahwa Neraka dan syurga adalah dua makhluk yang telah Allah ciptakan dan saat ini telah ada.

Ya, Rasulullah saw telah melihat jannah dan An-Nar dalam perjalanan Isra’, sebagaimana beliau melihatnya saat beliau shalat gerhana. Keberadaan jannah dan neraka saat ini adalah sebuah kepastian yang tertera dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Tentang neraka Allah ta’ala berfirman:

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang (telah) disediakan bagi orang-orang kafir. Al-Baqarah: 24

Kalimat (أُعِدَّتْ) dalam ayat di atas adalah fi’il Madhi (kata kerja bentuk lampau), yang maknanya telah disediakan, artinya neraka telah ada.

Dalil lain, Rasulullah saw pernah bersabda tentang perjalanan Roh mukmin dan kafir dalam hadits Barra bin Azib yang sangat panjang.[7] Orang yang kafir tak kuasa menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir. Pukulan besi tak terelak mengenai jasad, jeritan keras pun terdengar oleh seluruh makhluk di sekitarnya kecuali jin dan manusia.

Demikian pedih penderitaannya, Allah perintahkan bumi untuk mengimpit  hinga remuk tulang belulangnya, Allah perintahkan pintu-pintu neraka dibuka, berhembuslah sengat api dan panas neraka menemani sang kafir hingga kiamat.

Wal hasil, tidak diragukan bahwa jannah dan neraka saat ini telah ada, dan ini adalah keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Adapun keyakinan Mu’tazilah  yang menyatakan bahwa neraka dan jannah belum ada saat, dan mustahil, dengan alasan keberadaan keduanya saat ini adalah perbuatan sia-sia dan tidak ada faedahnya karena manusia belum masuk ke sorga atau ke neraka. Maka keyakinan mereka batil dan menyelisihi kesepakatan salaf (pendahulu) umat ini.

  1. Peringatan kepada kaum wanita untuk banyak bersyukur dan berterimakasih kepada para suami dan tidak meremehkan kebaikan suami.
  2. Hadits ini juga menunjukkan betapa besar hak suami atas istri. Saking besarnya hak suami seandainya dibolehkan penghormatan kepada manusia dengan sujud penghormatan, niscaya Rasulullah saw perintahkan kaum wanita untuk sujud kepada suami-suami mereka.
  3. Besarnya kenikmatan Jannah. Rasulullah saw mengabarkan seandainya satu tangkai buah surga beliau petik niscaya akan terus dinikmati selama dunia masih ada.
  4. Hadits ini dalil bahwa Amr bin Luhaiy adalah penduduk neraka, demikian pula orang-orang yang beliau lihat berada di neraka.
  5. Dengan ilmu seorang akan semakin tunduk takut kepada Allah. Rasulullah saw mengatakan seandainya kalian melihat apa yang aku lihat niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.
  6. Hendaknya para Da’i memberikan perhatian khusus untuk mengingatkan manusia dari keyakinan-keyakinan jahiliyyah dan menjelaskan bagaimana keyakinan yang benar sesuai dengan syareat islam sebagaimana Rasulullah saw mengingatkan keyakinan jahiliyyah tentang gerhana.

Demikian beberapa faedah yang mungkin kita petik dari kisah di atas, semoga Allah membimbing kita untuk selalu mengikuti jejak rasulullah saw, dimudahkan mengimani semua berita dari beliau dan Allah selamatkan kita semua dari neraka. Amin Ya mujiibas Saailiin


[1] Apa yang kita tulis dalam lembaran ini disarikan dari hadits-hadits tentang shalat gerhana dalam Shahih Muslim Kitab Al-Kusuf (Kitab tentang gerhana) dapat anda lihat pada juz 2 hal 618-630 cetakan Idarat Al-Buhuts Al-Ilmiyyah

[2] Makana seruan ini: Hadirilah Shalat (wahai kaum muslimin) !

[3] Disebutkan dalam riwayat shahih bahwa gerhana terjadi saat wafatnya putra Rasulullah saw yang bernama Ibrahim. Orang-orang Jahiliyyah berkeyakinan bahwa gerhana terjadi karena matinya orang yang agung atau lahirnya orang yang agung. Rasulullah saw pun membantah keyakinan tersebut.

[4] Sawaib jamak dari kalimat Sa-ibah, yaitu hewan ternak yang dipersembahkan untuk sesembahan selain Allah, hewan tersebut diharamkan oleh musyrikin untuk meletakkan beban di atasnya atau ditunggangi

[5] Mihjan adalah tongkat yang memiliki bengkok di kepalanya

[6] Fitnah Kubur adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, setelah pertanyaan itu seorang akan mendapatkan nikmat kubur atau Adzab kubur.

[7] Lihat kembali kisah perjalanan Roh pada majalah Qudwah edisi …

About salafartikel

bismillah

Posted on Oktober 6, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: