Sayyidul Istighfar (Mensyukuri Kenikmatan, Dan Bertaubat dari Dosa dan Kesalahan)

Mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan selalu bertaubat kepada Allah dari dosa dan kesalahan, adalah dua tanda kebahagiaan seorang hamba. Sebaliknya apabila dua sifat ini hilang dari seorang hamba, ia akan mendapatkan kebinasaan dan kerugian besar di dunia dan akhirat.
Dalam banyak ayat Al-Quran Allah mengingatkan nikmat-nikmat-Nya yang tidak terhingga atas manusia baik yang dzahir atau yang batin, tidaklah ada sekejap mata berlalu dalam kehidupan atau hembusan nafas melainkan Nikmat Allah mengalir begitu deras dan banyaknya, tidak bisa dihitung dan dihingga. Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. Luqman:20
Atas nikmat-nikmat itu Allah perintahkan mereka untuk bersyukur dan tidak mengkufurinya dan Allah menjanjikan pahala yang besar bagi yang bersyukur dan mengancam dengan adzab-Nya bagi mereka yang kufur. Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Ibrahim:7
Di sisi lain, manusia adalah makhluk yang sangat lemah dosa dan kesalahan selalu ia perbuat siang dan malam, matanya, tangannya, dan hatinya dan itu semua akan dimintai pertanggungan jawab.
Dan diantara kasih sayang Allah, Dia membuka pintu taubat-Nya sebelum datang ajal dan sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya, maka orang yang paling berbahagia adalah mereka yang mendapat taufiq untuk selalu memohon ampunan-Nya. Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah berfirman:
“Wahai anak Adam, kalian selalu berbuat kesalahan siang dan malam, dan aku mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya aku ampuni kalian.” (Dari shahabat Abu Dzar Ra.)
Dua sifat ini tanda kebahagiaan, tidak boleh lepas dalam kehidupan walaupun sekejap mata, Oleh karenanya Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa yang terkandung di dalamnya dua sifat di atas, pengakuan nikmat dan menyadari akan kesalahan, dalam sayyidul istighfar yang Rasulullah ajarkan kepada sahabatnya, Syaddad bin Aus Ra.
Dari Syaddad bin Aus Ra Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Maukah kutunjukkan padamu (wahai Syaddad) sayyidul istighfar (pengulu istighfar)? ucapkanlah:

اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت أعوذ بك من شر ما صنعت وأبوء لك بنعمتك علي وأعترف بذنوبي فاغفر لي ذنوبي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت.

Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku, Dan aku adalah hamba-Mu, an aku di atas perjanjian dengan-Mu dan janji-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku, aku mengakui nikmat-nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosa-dosaku maka ampunilah aku sungguh tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seseorang mengucapkannya di waktu sore lalu datang ajal sebelum waktu pagi kecuali dia akan mendapatkan jannah, dan tidaklah ia ucapkan di waktu pagi lalu datang ajal sebelum pagi kecuali dia akan mendapatkan jannah  (HR. At-Tirmidzi)
Doa ini sangat agung, ada di dalamnya pengakuan rububiyah Allah dan uluhiyahnya, di dalamnya ada pengakuan nikmat Allah dan pengakuan dosa serta permohonan ampunan atas dosa.

Posted on Mei 12, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: