TERNAK AYAM KAMPUNG DENGAN SISTEM KANDANG SETENGAH TERBUKA (REN)

I. Apa Sistem REN itu?

REN adalah Sistem beternak ayam kampung dengan kandang terbuka dalam lahan berpagar. Sistem REN mungkin dikembangkan bagi mereka yang mempunyai pekarangan rumah cukup luas. Disebut juga teknik beternak ayam semiintensif karena ayam kampung tidak benar-benar di dalam kandang, namun dikurung dalam satu lahan besar tertentu dan dibebaskan untuk berjalan di lahan pekarangan tersebut.

II. Pakan Harus Teratur dan Terjadwal

Sistem ini harus didukung dengan pemberian pakan yang teratur dan terjadwal. Karena kondisi lahan pada sistem ini menjadi gundul karena terlalu sering dipatok ayam sehingga tidak menyediakan lagi makanan bagi ayam kampung yang ada di atasnya seperti cacing, rayap, rerumputan dsb.

III, Kelebihan dan Kekurangan Sistem REN

Kelebihan sistem REN: (1) Jumlah ayam kampung terkontrol karena ayam tidak bisa pergi terlalu jauh. (2) Ayam aman dari musang karena ada pagar pembatas yang memudahkan peternak untuk melihat ayam-ayamnya. (3) Kondisi kesehatan ayam lebih cepat terdeteksi (4) Tidak mudah terkena penyakit yang dibawa dari ayam-ayam sekitar.

Kelemahannya : Pakan ayam kampung menjadi terbatas, ayam tidak bisa mencari makan sendiri sehingga peternak mau tidak mau harus menyediakan pakan bagi ayam-ayam ini.

IV. Kandang yang baik untuk sistem REN

kandangayamkampungsistemren

imagesl

Lahan yang akan dijadikan lahan peternakan diukur dan disesuaikan dengan jumlah ayam  kampung yang dimasukkan. Untuk lahan seluas 3 m x 5 m (15 m2) dapat diisi 2 ekor ayam kampung jantan dan 8 ekor ayam kampung betina.

Bahan untuk pagar tidak ada standar tertentu, namun diusahakan agar ayam tidak bisa terbang melewati pagar tersebut, biasanya setinggi 2 meter. Untuk pagar 50 cm kebawah, diusahakan tertutup untuk mencegah masuknya hewan-hewan lain ke dalam kandang.

Harus tersedia tempat pakan dan minum secukupnya di dalam pagar.

Harus disiapkan pula sarang berdiameter 40 sentimer untuk tempat bertelur ayam kampung.

induk-induk yang sedang mengasuh anaknya disediakan rumah-rumahan kecil untuk berteduh pada waktu malam hari, hari hujan atau panas terik. Induk-induk yang sedang mengasuh sebaiknya diapsahkan dari induk-induk yang tidak mengasuh anaknya dan disediakan tempat pakan khusus untuk anak ayam, yang tidak dapat disentuh oleh ayam-ayam dewasa (creep feeding) lainnya.

Sehingga harus disediakan box ukuran 40 cm x 30 cm x 40 cm harus disiapkan lengkap dengan pemanas lampu pijar 40 watt, tempat pakan dan minum untuk 20 ekor anak ayam umur sehari sampai berumur 3 minggu. Diatas umur ini jumlah ayam dikurangi menjadi 10 ekor dan dapat dibiarkan sampai umur 3 bulan.

About salafartikel

bismillah

Posted on Januari 29, 2015, in Inspirasi Ma'isyah and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: