SYAIKH RABI’ ; Pembelaan Terhadap Penduduk Dammaj Dari Rafidhah Yang Keji

Al-’Allamah Rabi bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Jum’at Malam 3 Shafar 1435 H (beliau sampaikan selepas pelajaran Ma’arijul Qabul di kediaman beliau di Makkah)

Kalian semua tahu apa yang sedang terjadi di Yaman sekarang, peristiwa yang menimpa saudara-saudara kalian Ahlus Sunnah. Yaitu serangan dari pihak Rafidhah Bathiniyyah ekstrim yang zhalim dan jahat. Mereka lebih besar permusuhannya terhadap Islam dan Muslimin dibandingkan permusuhan Yahudi dan Nashara.  Mereka – semoga Allah binasakan mereka – tidaklah termasuk bagian dari Islam sama sekali, kecuali sebagian orang awamnya yang tidak ikut-ikutan dalam aqidah kufurnya.

Mereka benar-benar mentahrif (menyimpangkan makna) al-Qur`an dengan sebuah tahrif yang tidak pernah diperbuat oleh Yahudi dan Nashara sekalipun.

Mereka juga mengkafirkan para shahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali tiga orang saja, atau lebih sedikit, sementara sisanya kafir menurut mereka, termasuk ahli neraka, munafikin, kekal di dalam neraka, bahkan di tingkat paling bawah di neraka. (demikian kedudukan para shahabat menurut Rafidhah, pen). Semoga Allah melaknat mereka.

Bahkan mereka mengkhususkan (celaan kepada) Abu Bakr dan ‘Umar yang merupakan shahabat yang paling utama, dan termasuk manusia paling utama setelah para nabi ‘alahimus salam .

Mereka mentahrif al-Qur`an : menjadikan tauhid sebagai syirik, dan syirik sebagai tauhid, ayat-ayat tentang orang-orang kafir dan munafiq mereka terapkan untuk para shahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah melaknat mereka.

Mereka mencela para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, secara khusus mereka mencela ‘Aisyah dengan menuduhnya berbuat zina. Semoga Allah melaknat mereka. para ‘ulama telah sepakat (ijma’) mengkafirkan orang menuduh ‘Aisyah . Orang-orang yang ada padanya keyakinan-keyakinan/sikap-sikap di atas atau satu saja, maka mereka itu kafir. Adapun sebagian awam mereka, terhitung termasuk dalam golongan mereka, sebagian awam tersebut termasuk rafidhah, dan termasuk ahlul bid’ah yang paling parah, namun mereka (sebagain awam tersebut) tidak dikafirkan, apabila … (kata-kata tidak jelas). Namun aku mengira, tidak selamat darinya (keyakinan kufur tersebut) kecuali sedikit saja di antara mereka. Aqidah-aqidah tersebut ada para hutsiyyin, semoga Allah jelekkan mereka. Barakallahu fikum.

Mereka mengambil aqidah kufur tersebut dari Khumaini penganut kebatinan, mulhid, dan zindiq. Pada masa dulu kaum Rafidhah mengkafirkan kelompok bathiniyyah, karena kelompok tersebut mengutamakan Ahlul Bait di atas para nabi. Sehingga kaum Rafidhah mengkafirkan kelompok kebatinan. Namun ketika datang Khumaini, dia meyakini aqidah (kebatinan) tersebut, bahkan menambahkannya dengan tambahan-tambahan besar, dia  (Khumaini) mengatakan, “Sesungguhnya para imam kami memiliki kedudukan di sisi Allah yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang dekat (kepada Allah) ataupun nabi yang diutus.” Dengan kata lain, para imam ahlul bait memiliki kedudukan di sisi Allah yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang dekat (kepada Allah) ataupun nabi yang diutus. Khumaini telah memasukkan tambah-tambahan yang terkadang tidak diyakini oleh kelompok batiniyyah itu sendiri, yang lebih kufur daripada Yahudi dan Nashara, dengan mengatakan, “Sesungguhnya para imam memiliki kemampuan untuk mencipta pada setiap bagian dari bagian-bagian alam.” yakni ini sudah berkedudukan sebagai para ilah??? Sebagai para ilah???

Aqidah-aqidah tersebut ada pada para Hutsiyyin ekstrim. Mereka mengambilnya dari tokoh jahat penganut kebatinan ini (yakni Khumaini, pen). Oleh karena itu, mereka termasuk yang paling keras permusuhannya terhadap Ahlus Sunnah: dengan membunuhi Ahlus Sunnah, memerangi mereka terus menerus sejak bertahun-tahun, tidak pernah berhenti dari perang. – barakallah fikum – menyerang Ahlus Sunnah dengan rudal-rudal, tank-tank, senapan-senapan mesin, tembak, …, dll. Memblokade, dan membunuh dengan pembunuhan yang keji, membuat mereka (ahlus sunnah) menjadi kelaparan dan mengalami kesulitan tidak tiada berakhir, menghalangi masuknya obat-obatan dan bahan pangan semoga Allah melaknat mereka (Hutsiyyin Rafidhah).

Demi Allah, Yahudi sudah sama-sama diketahui bagaimana permusuhan mereka, namun mereka tidak melakukan sepersepuluh dari itu (yang diperbuat oleh Hutsiyyin). Mereka (Hutsyiin) sebenarnya merupakan salah satu kelompok sempalan dari Yahudi, para murid Ibnu Saba’, Yahudi mengajarkan kepada mereka prinsip-prinsip kekufuran, kemudian mereka menambahi prinsip-prinsip kekufuran tersebut dengan tambahan berlipat-lipat. Oleh karena itu, permusuhan mereka terhadap Ahlus Sunnah semakin bertambah keras.

Maka kepada penduduk Yaman, baik pemerintahnya maupun rakyatnya, wajib untuk bangkit menumpas kelompok jahat tersebut. Barakallah fikum. Musuh Islam yang paling besar permusuhannya. Mereka memusuhi kaum muslimin karena agama dan keislamannya. Apabila sekarang ini mereka menjadikan Ahlus Sunnah sebagai sasaran utama, memerangi Ahlus Sunnah di Dammaj, di Kitaf, maupun yang lainnya, maka setelah ini yang menjadi sasaran adalah Yaman secara keseluruhan. Maka rakyat Yaman dan Pemerintah Yaman, serta Ahlus Sunnah secara khusus, hendaknya memahami hal ini, memahami bahaya laten kelompok jahat tersebut, serta perbuatan-perbuatan jahat mereka. Maka hendaknya penduduk Yaman bangkit untuk menumpas kelompok tersebut, serta keluar dari fitnahnya selama-lamanya. Wajib ‘ain atas mereka untuk menegakkan kewajiban ini. barakallah fikum. Karena ini adalah jihad difa’ (defensif). Maka jihad difa’ dalam pertempuran mempertahankan diri hukumnya adalah fardhu ‘ain.  Apabila Ahlus Sunnah di daerah-daerah tersebut (Dammaj, Kitaf, dan sekitarnya) yang terjadi perang, sudah tidak mampu lagi menghadapi kekuatan Hutsiyyin, maka wajib atas penduduk Yaman secara keseluruhan untuk membela saudara-saudaranya untuk menumpas fitnah musuh yang sangat berbahaya ini, yang senantiasa mengintai Islam dan muslimin, dan secara khusus penduduk Yaman saat ini. Kalian telah tahu apa yang tengah berlangsung di Suriah saat ini, di bawah cengkraman kaum Rafidhah Bathiniyyah, sementara Iran bersandar kepada Bathiniyyah, karena memang Iran adalah negara bathiniyyah. Barakallahu fikum. Iran membantu Hutsiyyin dengan dana dan persenjataan. Dan mungkin negara-negara Barat juga demikian, membantu mereka, karena mereka kaum Rafidhah di Iran, di Suriah, di Yaman, dan di setiap tempat, melayani Yahudi dan Nashara. Agama mereka (Rafidhah) adalah pecahan dari agama Yahudi dan Nashara. Mereka lebih ekstrim daripada Yahudi dan Nashara. Mereka memiliki klaim-klaim yang lebih banyak. Apabila Yahudi mengakatan, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Maka Rafidhah juga mengatakan, “Kami adalah para wali Allah dan kami lebih berhak terhadap Allah.” Mereka adalah pendusta!! Yahudi mengklaim cinta terhadap Musa, padahal mereka adalah musuh-musuh Musa. Nashara mengklaim mencintai ‘Isa, padahal mereka adalah musuh-musuh ‘Isa di dunia dan di akhirat. Demikian pula Rafidhah, mengklaim mencintai Ahlul Bait, padahal demi Allah, mereka adalah musuh-musuh Ahlul Bait, aqidah, manhaj, dan agama Ahlul Bait. Para Ahlul Bait berloyal terhadap para shahabat, menghormati al-Qur`an, menghormati as-Sunnah, sementara Rafidhah sebaliknya.

Pahamilah ini, barakallahu fikum. Bantulah saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, dengan bantuan dana. Barangsiapa yang mampu berangkat (berjihad) maka hendaknya berangkat. Barakallahu fikum. Wajib atas penduduk Yaman secara khusus untuk bergerak demi menumpas fitnah ini dan para pengusungnya.

Aku mohon kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala untuk segera menyelesaikan fitnah ini, dan membasminya sampai ke akar-akarnya, serta membersihkan dari negara-negara Islam semuanya dan Yaman secara khusus, negeri Jazirah semuanya, dari kotoran-kotoran Rafidhah. Semoga Allah hinakan mereka, dan Allah bersihkan bumi ini dari mereka.

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

About salafartikel

bismillah

Posted on Desember 8, 2013, in Aqidah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: