Penghormatan dengan Berdiri

Soal: Apa hukum berdiri kepada orang yang masuk dalam majelis sebagai bentuk penghormatan ?

Jawab: Perbuatan ini adalah adat yang jelek yang harus ditinggalkan, karena menyelisihi apa yang ada pada diri Rasulullah r dan shahabat-sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

Berdiri memberikan penghormatan pada seorang yang masuk di majelis sangat dibenci Rasulullah r. Kebencian Rasulullah r Dan ini adalah salah satu bentuk penjagaan tauhid, agar jangan sampai muncul sikap ghuluw (melampaui batas dalam mengagungkan manusia).

Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod (1/326) meriwayatkan dari Anas bin malik r

Tidak ada seorang yang lebih disukai shahabat untuk dilihat melebihi Nabi, dan mereka jika melihat beliau tidak berdiri menghormatinya karena mereka tahu kebencian beliau padanya.

Jika ada yang bertanya: Tidak berdirinya shahabat ketika Rasulullah r masuk, apakah berarti mereka tidak memuliyakan Rasul r?

Jawabannya: Tidak! Justru itu adalah bentuk penghormatan mereka kepada Nabi saw karena mentaati perintah beliau. Dan perlu ditegaskan bahwasannya hakekat penghormatan adalah apa yang sesuai dengan syariat.

Rasululah r membenci penghormatan dengan cara berdiri karena perbuatan ini adalah adat orang-orang faris (persia) kepada ulama-ulama mereka.

Dalam hadits shahih dalam Musnad Ahmad Rasulullah mengancam orang yang suka dihormati dengan cara manusia berdiri untuknya, beliau bersabda:

Barangsiapa suka manusia berdiri memberikan penghormatan untuknya, maka hendaknya dia siapkan tempat duduknya di neraka.

Subhanallah, sekarang keadaan terbalik. Orang merasa dihinakan ketika masuk sebuah majelis kemudian tidak ada yang berdiri memberi penghormatan. Apakah shahabat yang tidak berdiri dikatakan bahwa mereka tidak menghormati Rasulullah r ?

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim (1/309) suatu saat Rasulullah r shalat dengan duduk karena sakit. Manusia pun shalat dengan berdiri, melaksanakan ayat Allah dan sunnah Rasul r untuk shalat dengan berdiri. Nabi r mengetahui bahwa shahabat shalat dengan berdiri, Rasulullah melihat orang yang dibelakang beliau maka beliau mengisyaratkan manusia agar duduk.

Jabir bin Abdillah bercerita: Ketika Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam sakit. Kami shalat dibelakang beliau dengan berdiri sementara beliau shalat dengan duduk, dan Abu Bakr memperdengarkan takbirnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Beliau menoleh kepada kami dan melihat kami semua berdiri, lantas beliau isyaratkan agar kami duduk, kamipun shalat dengan duduk mengikuti beliau. Setelah salam beliau bersabda: Sungguh, hampir saja kalian melakukan perbuatan orang-orang Persia dan romawi mereka berdiri dihadapan raja-raja mereka sementara para raja duduk, sekali-kali jangan kalian lakukan itu, ikutilah imam jika mereka shalat dengan berdiri shalatlah dengan berdiri jika mereka shalat dengan duduk shalatlah dengan duduk.

Ada beberapa perkara yang bisa kita fahami dari hadits Jabir bin Abdillah.

Pertama: Duduknya nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam shalat karena udzur (sakit) sehingga meninggalkan rukun shalat.

Kedua: Pada mulanya Shahabat shalat dibelakang Rasulullah dengan berdiri, karena demikianlah asalnya, mereka melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya untuk shalat dengan berdiri, bukan bermaksud mengagungkan Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.

Ketiga: Bersamaan dengan perbedaan yang sangat jauh antara berdirinya shahabat saat Rasulullah duduk dalam shalat dan berdirinya orang-orang Persia dan romawi untuk menghormati raja-raja mereka, Rasul r bersabda:

Sungguh, hampir saja kalian melakukan perbuatan orang-orang Persia dan romawi mereka berdiri dihadapan raja-raja mereka sementara para raja duduk,

Lalu Bagaimana Merubah adat yang sudah mendarah daging ini?

Merubah adat ini memerlukan kesabaran dan kehati-hatian. Sebagai contoh: Jika yang masuk adalah orang yang tidak tahu akan hal ini, maka tidak mengapa ketika dia masuk engkau berdiri menyambutnya, kemudian setelah duduk carilah kesempatan untuk membahas ini, sehingga jika suatu saat dia masuk dan kita tidak berdiri  maka dia tahu bahwa tidak berdirinya kita adalah karena mengikuti sunnah. Wabillahittaufiq

(Disarikan dari Kaset ceramah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani oleh  Abu Ismail Muhammad Rijal Isnain (Kaset no. 429/1) 

Posted on Maret 30, 2012, in Fiqh - Tanya Jawab Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: