Mutiara Hikmah Kisah Tamim Ad-Dari

Telah lalu penyebutan kisah Tamim Ad-DAri bersama Dajjal. Sejenak pada majelis ini kita ambil beberapa faedah dari kisah tersebut semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepada kita. Amin.

(1) Dajjal adalah makhluk yang nyata bukan symbol atau sesuatu tanpa hakekat.

(2) Di Zaman Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam Dajjal telah ada.

(3) Hadits ini menunjukkan keberadaan Dajjal di sebuah pulau dalam keadaan terbelenggu. Dajjal akan keluar di akhir zaman, menanti saat yang Allah telah tetapkan.

(4) Hadits ini menyebutkan beberapa sifat dajjal: Rombongan Tamim melihat bahwa Dajjal bertubuh sangat besar. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Dajjal seorang yang pendek tubuhnya. Diterangkan oleh ulama bahwa dua hadits ini tidak bertentangan, satu hadits mengabarkan dia pendek, di hadits lain seperti hadits Tamim dia bertubuh besar. Dia seorang yang pendek dan besar.

(5) Dajjal tidak memiliki sifat-sifat Rububiyyah, Dia bukan Rabb, bukan ilah sebagaimana pengakuan dustanya saat dia keluar. Dajjal lemah terbelenggu, dan dia tidak mengetahui perkara ghaib.

(6) Manusia terbatas ilmunya, tidak mengerti perkara gaib. Dajjal berada di sebuah pulau, namun tidak ada yang mengetahui secara pasti di pulau manakah makhluk ini berada ?

(7) Berdasar hadits Tamim ini sebagian ulama memastikan bahwa Ibnu Shoyyad bukanlah Ad-Dajjal. Sebagaimana ini adalah Ikhtiyar (pilihan) Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah.

(8) Bolehnya Duduk di atas mimbar ketika akan menyampaikan ilmu. Ini dimaksudkan agar hadirin bisa melihat mu’allim. Duduknya beliau di mimbar juga menunjukkan ini bukan khutbah.

(9) Semangat Rasulullah dalam menyampaikan syareat kepada manusia termasuk memberikan peringatan dari fitnah Dajjal.

(10) Pentingnya Mudzakaroh (mengulang-ulang) ilmu. Dalam kisah Tamim, beliau menceritakan kembali tentang Dajjal yang pernah beliau sampaikan sebelum kedatangan Tamim.

(11) Meskipun kafir, Dajjal mengakui kebenaran Rasulullah saw. Dalam kisah ini, ketika Tamim dan seombongan mengabarkan kepada Dajjal bahwa banyak orang arab beriman kepada Rasulullah saw. Dajjal berkata: ذاك خير لهم Ketaatan itulah yang baik untuk mereka.

(12) Ucapan Dajjal kepada Tamim Ad-Dari dan rombongannya di atas termasuk bagian dari mukjizat Rasulullah saw, karena mengandung pengakuan kenabian, Allahu a’lam.

(13) Hadits ini juga menunjukkan mukjizat Nabi saw lainnya, beliau mengabarkan perkara gaib tentang Dajjal sebelum datangnya Tamim. Kemudian berita tersebut seperti apa yang dikisahkan Tamim.

(14) Diantara musibah ada yang Allah jadikan sebagai sebab seorang mendapatkan hidayah baik dirinya atau orang lain.

(15)  Semua makhluk tunduk di hadapan Allah. Dajjal yang Rasulullah kisahkan memiliki sifat-sifat yang luar biasa pun tidak kuasa untuk keluar dari pulau dan belenggu sebelum Allah izinkan dia untuk keluar.

(16) Diantara keutamaan kota Makah dan Madinah, keduanya tidak dimasuki Ad-Dajjal.

(17) Diantara tugas malaikat, menjaga dua kota suci Makkah dan Madinah. Dalam hadits di atas malaikat membawa pedang-pedang yang terhunus.

(18). Menyampaikan ilmu dengan uslub kisah

(19) Bolehnya taklim sesudah salat sebagaimana hadits ini dan lainnya.

(20) Thaybah adalah nama lain dari kota Madinah.

(21) Perjalanan Tamim terjadi setelah hijrahnya Rasulullah saw. Ditunjukkan dalam percakapan Dajjal dengan Tamim dan rombongannya: Ia berkata: “Kabarkan kepadaku tentang nabi ummiyyin apa yang dia lakuakan ?” Mereka menjawab: “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.”

(22) Dalam ilmu mustholah ada faedah: Diterimanya riwayat seorang muslim tentang ilmu yang diperolehnya dimasa kekafirannya.

Posted on Juni 9, 2012, in Kisah dan Ibroh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: